Sahabatku,
hari ini, mungkin aku menjadi seorang dengan pikiran ternegatif yang pernah aku rasakan, ketika seseorang berada pada titik terjenuhnya berbicara tentang rencana, berbicara tentang segala bentuk skenario yang seolah baru ku tahu belum lama ini.
Mungkin, aku adalah seorang yang sangat merasa senang, ketika melihat seorang menghargai orang lain, sangat merasakan energi positif dari setiap senyuman atau penghargaan sekecil apapun pada setiap individu yang ada.
Tapi, ketika aku kembali teringat segala bentuk skenario yang diadakan demi tujuan tertentu, maka hal buruk yang terjadi adalah aku akan berpikir bahwa, ia berlaku seperti itu kaena memang ia harus berlaku demikian, bukan karena semata apa yang dilakukan orang lain itu berharga baginya...betapa menyedihkan.
Pasalnya, aku menjadi orang yang sampai berpikir muak dengan segala yang berada di belakang apa yang dilakukan tersebut, dan tingkat jenuh ini terkadang sampai pada tahap pencuriga dan berspekulasi tidak peduli, no sense atas semuanya.
Sebuah kenangan manis kalau saja aku tidak pernah mengetahui bahwa, apa yang dilakukan itu semata karea tujuan tertentu, bukan murni karena hal tertentu yang memang patut diberikan sesuatu.
tetapi, aku kembali bepikir, apakah semua manusia akan melakukan hal tersebut? segala skenario yang dibuat seindah madu tetapi memiliki kepentingan yang menghancurkan semua anggapan ketulusan dibelakangnya, atau memang harus dilakukan hal seperti itu?
karena sadar atau tidak, aku selama ini hidup dalam belenggu tersebut.
Bukan ilmu yang salah tetapi mungkin saja perspektif yang menganggap general manusia dengan sifat seperti itu yang menjadi kesalahanku