yeay..
Assalamualaikum..
Sunday, 22 Maret 2015
hari ini, aku belum berprogress buat skripsi aku :"
minggu ini gagal lagi ke Surabaya gara-gara ada midtest tanggal 31 Maret miggu depan.
semangaaattt!!! baru nyadar harus selesai tanggal 5 Mei :" dan berarti itu tinggal 2 bulan lagi..gue belum selesai ngumpulin data..sabar fit..sabar pelan-pelan asal terlaksana semuanya
masih ingat ultah gue?
8 Maret
ulang tahun ke 21 ini, gue buat percobaan baru, gue nge-hide di TL FB hari ultah gue.
masih inget percobaan gue waktu maju MPM ke-2, yang mau liat siapa aja yang bener-bener mau dukung gue atau ga?
semacam itulah.,.
sebenarnya yang gue mau lakukan adalah menghilangkan rasa ga enak gue karena gue seakan terbebani kalau hari itu adalah hari spesial gue dan gue bisa lihat seberapa besar kasih sayang sekitar gue ke diri gue atau diri gue sama sekali emag ga memberikan kontribusi dan perasaaan menyenangkan ke sekitar gue, dan mencoba menghilangkan kewajiban seseorang diluar sana yang karena tahu hari itu adalah hari spesial seseorang harus mengucapkan selamat ulang tahun padahal ia tidak terlalu mau mengucapkannya.
agak picik ya gue?
tapi tahu ga? setelah gue menghide itu, rasanya gue lebih bebas dan ga terbebani hal yang selalu menghantui gue sebelumnya, cuma emang rada sedih karena ga ada yang ngedoain eh ralat ada deng walau sedikit :'( wkwkwk ini namanya orang galau.
tapi ada kok..beberapa orang yang mendoakan gue.
bokap+nyokap+ade+arin+annisa+audita+fachryan+amalia+ani+zuhri+afdol
*gila bisa diitung jari*wkwkwkwk
tapi walau begitu mereka bener-bener inget atau paling ga nanyain hari ultah gue
dan seperti selama 2 tahun sebelumnya Audita sama Fachryan, tetep kompak buat ngasih sesuatu yang spesial di hari spesial sahabatnya :", kuenya cantik banget, ada 6 kue, masing-masing kue ada tulisan dan gambar yang menggambarkan gue dan yang gue suka.
1. Happy
2. Birthday
3. Fitri
4. Bendera Indonesia
5. Lambang Pramuka
6. Logonya EXO
hahaha..makasih juga buat Baskoro yang jadi sponsornya yak wkwkwk
mereka ada-ada aja. ngasihnya pagi-pagi gue belum mandi coba wkwkwk, makasih banget Bro Sist..*inget kalau anak Pisces gengsinya tinggi? berarti kalau beneran ngucapin makasih, i feel it with my heart loh ahahaha*
setiap gue ultah, pasti gue akan selalu inget moment ultah di usia gue yang 19, udah gue pernah ceritainkan? itu tetep yang paling manis, dan sangat spesial karena dapat ucapan juga dari orang yang spesial :)
tahun ini dia ga ngucapin selamat dan doanya *syediihh* salah gue juga sih karena berusaha menghide tanggal itu dari dunia wkwkwk, gue sadar banget kok, karena selama ini gue yang selalu mengaggap dia spesial, gue ga ada hak nuntut lebih buat dia melakukan hal yang sama, iya ga?
gapapa ga dapet ucapan dan doa yang gue masih tunggu sampai sekarang meskipun cuma dalam mimpi *niat banget* tapi gue akan selalu mengucapkan selamat dan doa dihari spesialnya dia nanti, karena gue akan selalu inget tanggal itu.
ngomong-ngomong soal itu,
sampai hari ini gue masih memendam rasa bersalah yang besar, dan entah kenapa
tadinya mau gue tanyain ke Murabbi gue, karena ini pernah berkaitan sama materi prasangka *lagi dan lagi*
gue selalu kepikiran pesan singkat "persepsi dan asumsi itu bisa salah","persepsinya saya atau Fitri". *seketika inget pesan ini langsung nangis*.
karena saat itu gue benar-benar ga bisa berpikir soal apapun, bahkan untuk sekedar nanya "persepsi yang menurut kaka salah terhadap saya apa ka?", dan gue bener-bener meyesal karena itu, karena dengan pintarnya gue baru nyadar setelah berulang kali berpikir dan itu udah sangat lama dari prosesi pengiriman pesan singkat itu.
dan sampai sekarang persepsi yang katanya bisa salah itu malah selalu menghantui gue, memberikan banyak gue spekulasi dan jawaban-jawaban yang ga pernah gue tahu benar atau salahnya, memberikan gue rasa takut dan bersalah kalau spekulasi gue itu benar, karena gue sadar betapa terlalu 'terlihat' bedanya gue memperlakukan dia dan orang lain di sekitar gue, meskipun gue mencoba, tetep ga bisa, gue ga yakin dia ga nyadar soal itu, dan lagi lagi spekulasi kalau dia sebenarnya tahu.
dan dia menganggap kalau "jawaban atas persepsi dan asumsi itu salah".
yang padahal *kalau benar seperti spekulasi gue* itu semuanya benar. dan karena dia menganggap salah maka dia pergi begitu saja dari kehidupan gue seperti sekarang, yang lebih gue takutkan lagi, gue pernah menggores luka yang tidak terlihat di ujung batinnya walaupun hanya sedikit atas semua perlakuan gue.
karena mungkin gue sangat oke dengan semua luka yang gue timbulkan sendiri atas peristiwa dan perasaan ini tapi beda kisah jika gue yang melukai orang lain.
tapi gue bingung karena lagi-lagi semua hanya asumsi, dan ga pernah terklarifikasi benar atau tidaknya.
gue sempet mau nanya sama Murabbi gue, apakah gue harus meluruskan persepsi dan asumsi orang lain terhadap gue?
karena itu berarti gue harus melakukan yang kemarin gue dapat jawaban dari seorang ustadz sebaiknya dihindari oleh seorang akhwat, kalau gue meminta orang lain, gue akan nambah merasa bersalah lagi karena melibatkan orang lain dalam lingkaran kesalahan gue sendiri.
atau membiarkan berlalu seiring waktu, karena mungkin saja sekarang dia telah mendapatkan obat luka lain atau bahkan tidak terluka sama sekali?
tapi aku tidak bisa mendiamkan seseorang hilang dan pernah terlukan ataupun aku merasa pernah melakukan kesalahan besar pada seseorang. seseorang yang selama ini telah menjadi inspirasi, dan tempat kumenaruh harapan, kepercayaan dan batu loncatan berjuang, seseorang yang lebih dari sekedar dalam pengelihatan mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar