Sabtu, 11 Februari 2012

Ketika kita berbeda

Bukankah itu esensinya Allah menciptakan kita dengan berbagai kepribadian, pemikiran, keinginan, dan keperluan?
Setiap manusia, memiliki ego dan keinginan untuk dapat dimengerti, ingin mereka tahu bahwa 'ini sangatlah penting bagiku, bisakah kalian mengerti?'
Namun, seberapa kerasnya kita bisa memaksa orang lain untuk berpikir hal yang penting bagi kita, dapat dirasakan juga olehnya, terlebih apabila mereka memiliki kepentingan berbeda yang bertolak belakang, apakah kita hendak memaksakan?
Tidakkah kita berpikir, saat kita memikirkan 'ini penting bagiku, dapatkah kalian mengerti', dirimu yang ingin dimengerti mereka juga ingin dimengerti olehmu, 'hal lain itu juga sangatlah penting bagiku, mengepa engkau tidak dapat mengerti?'
Siapa yang dapat disalahkan?
Karena pikiran seperti ini tak akan pernah mendapat jalan penyelesaian jika engkau terus memaksakan kehendak tanpa memikirkan kehendak di sekitarmu.
Allah menciptakan kita berbeda, agar manusia dapat belajar bagaimana memahami perasaan, keinginan, pemikiran dan kepribadian masing-masing mereka.
Diri kita diajarkan untuk dapat peka, apa yang terbaik bagi diri kita dan apa yang terbaik bagi orang disekitarmu, diselaraskan agar mendapatkan hal yang meminimalkan adanya kerugian.
Diri kita diajarkan untuk memandang bukan hanya dari satu pandangan, namun berbagai sudut pandang, bagaimana dirimu, bagaiamana dirinya yang berhubungan denganmu, bagaimana sekitarmu yang melihat dirimu, dan bagaimana tindakanmu di sisi Allah yang menciptakanmu.
Begitu baiknya Ia menciptakan diri manusia, dengan segala macam kepekaan baik luar maupun dalam, untuk kita manusia menjaga keserasian antara kita dengan sesamanya.


Tidak ada komentar: