Rabu, 21 Maret 2012

Ternyata seperti ini..


Ternyata..
Seperti ini rasanya menjadi mahasiswa yang entah dengan sengaja ataupun tidak terlibat dalam perespon kebijakan publik.
Aku tidak menyangka bawa Rabb-ku menunjukan jalan ini bagiku, aku baru menyadarinya, seperti inikah mahasiswa?
Menjadi bagian mahasiswa yang sedikit-sedikit dinilai suka berdemo dengan dalih kepentingan rakyat, yang selama ini ku lihat dari layar kaca, tanpa kusadari aku menjadi bagian dari mereka kini, langsung terlibat dalam sebuah badan yang mengaturnya.
Aku baru menyadarinya, mengambil sebuah keputusan besar demi keberlangsungan bangsa kedepan, aku merasakan ada sesak dalam dada, mengingat apa yang kami lakukan kini akan terasa langsung dampaknya bagi masyarakat. Masyarakat yang selama ini aku bagian dari mereka, orang-orang yang dikelompokan sama rata dan biasa-biasa saja, kini aku dalam posisi ini.
Sesak itu, memeikirkan apa yang terbaik bagi negeri ini? Bagaimana negeri ini akan merespon? Bagaimana jika keputusan yang kami ambil salah dan bukan berujung baik, tetapi sebaliknya berujung merugikan banyak pihak dan menimbulkan masalah yang seharusnya tidak terjadi?
Ketika aku mulai terlibat, suara-suara pemekik semangat itu senantiasa bergemuruh
“Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia!”
Kalian tahu, awalnya aku berpikir, efek dari tagline itu tidak akan terlalu besar, layaknya tagline selama ini, tetapi…
Jika kita terlibat sekali, kau akan berpikir beratus kali untuk berpaling, apa yang kau pikirkan? Lari dari berjuang demi negeri?
Aku tak menyangka, beban berat itu kini aku harus menanggungnya juga, aku bukan siapa-siapa, tapi kekhawatiran akan apa selanjutnya yang akan terjadi di negeri ini, harus apa dan bagaimana sikap kita untuk kesejahteraan negeri ini, apakah apa yang kita lakukan itu benar dapat kurasakan jua.
Terkadang aku berpikir, ketika kau harus berjuang bagi negerimu yang di dominasi oleh rakyat dan bukan pemerintah, apa makna pejuang negeri sebenarnya?
Mahasiwa selama ini selalu mengklaim dirinya pembela rakyat, sama seperti tagline tadi, selalu memekikan jangan sampai masyarakat menderita, aku mulai berpikir, apakah segala yang terbaik bagi negeri adalah semua keinginan rakyat? Atau yang terbaik adalah hal yang sebenarnya meskipun itu bertentangan dengan keinginan rakyat?

Tidak ada komentar: