Kamis, 26 April 2012

Review : Aksi UI Tolak Liberalisasi di RUU PT

iseng..ternyata menemukan tulisan ini di laptop..
terkait aksi UI yang menolak liberalisasi RUU PT
bahasa sederhana...bukan bahasa politik,,selow..:D



Kepada para mahasiswa yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan dipersimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan di lembar sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun kejalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga untuk negeri tercinta
-Totalitas Perjuangan-

Masihkan ingat lagu diatas? Sebuah lagu yang diperkenalkan sejak masa OKK (Orientasi Kehidupan Kampus) sebagai rangkaian acara Penerimaan Mahasiswa Baru yang diadakan di Universitas Indonesia. Mungkin, bagi sebagian mahasiswa, lagu ini hanyalah sebuah lagu biasa karangan dan aransemen mahasiswa lain yang dijadikan salah satu soundtrack ritual OKK, namun bagi sebagian mahasiswa yang lain, lagu ini adalah sebuah alunan nada yang menjadi lambang bahwa mahasiswa adalah pejuang pembela hak rakyat, pembela bangsa dan negaranya sesuai tri dharma perguruan tinggi poin ketiga, pengabdian masyarakat.

Rabu, 11 April 2012, lagu ini kembali bergema di depan gedung MPR dan DPR untuk kesekian kalinya. Sekitar 70 orang unsur mahasiswa Universitas Indonesia dan 30 orang aliansi KNP, SMI, LMMD, PMII, mahasiswa Trisakti dan  Pekerja UI, menggelar aksi terkait rencana pengesahan RUU PT (Rancangan Undang Undang Pendidikan Tinggi) di hari yang sama. RUU PT dianggap mengandung beberapa nilai yang mengarahkan pada liberalisasi perguruan tinggi. Liberalisasi yang dimaksud adalah (secara perlahan) menyerahkan pendidikan tinggi kearah pasar bebas, yang akan berdampak pada semakin sulitnya aksesibilitas bagi masyrakat untuk meraih pendidikan tinggi tersebut.

Dalam aksi tersebut, Fakultas Teknik turut berpartisipasi, tidak kurang dari 35 orang mahasiswa dari delapan departemen melibatkan diri, memang bukanlah jumlah maksimal bagi masa aksi teknik namun merupakan jumlah terbanyak daripada masa aksi fakultas lain, kami berkumpul sejak pukul 07.15 di depan ruang Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT), saling berbincang singkat mengenai RUU PT dan aksi dan berkenalan satu sama lain seraya menunggu kedatangan “pejuang” teknik lain yang ingin bergabung menyuarakan tuntutannya.
Persiapan teknis aksi dipimpin oleh Riyadi Afdol (Kepala Bidang Kastrat BEM FTUI 2012) pukul 08.00 wib hingga pukul 08.30 wib, , dimulai dengan pencerdasan singkat kembali mengenai permasalahan dan penyikapan teknik akan isu RUU PT, absensi dan pengenalan Septian (Teknik Mesin 2010) yang akan bertanggung jawab sebagai koordinator lapangan aksi fakultas teknik.

Masa aksi, berangkat tepat pukul 09.00 wib dari gedung engineering center menuju bundaran psikologi dipimpin oleh Septian, Agus Taufiq (Ketua BEM FTUI 2012) dan Riyadi Afdol, diiringi lagu totalitas perjuangan yang dinyanyikan bersama sepanjang perjalanan. Sebelas menit berlalu, kami menyanyikan mars teknik dan yel-yel teknik sebagai pertanda kedatangan. Masa teknik bergabung bersama masa UI lain, telah tersedia pula dua buah mobil berukuran sedang (hampir sama dengan kopaja) yang digunakan untuk membawa masa aksi selain beberapa kendaraan bermotor pribadi dan sebuah mobil pick up yang membawa sound untuk orasi saat aksi sekaligus menyuarakan isu RUU PT pada masyarakat, dengan memperdengarkan lagu Totalitas Perjuangan, Hitam Putih, Darah Juang, Buruh Tani dan Berderap dan Melaju serta percakapan-percakapan singkat dan orasi-orasi yang mengemukakan permasalahan RUU PT.

Pukul 10.30 wib, kami tiba di depan gedung yang mengaku wakil rakyat kami, gedung dengan arsitektur khas dan gerbang tinggi, kokoh berwarna biru tua dan tulisan besar di pekarangannya Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, kami merapatkan barisan di depan gerbang tersebut, dipimpin orator yang mewakili setiap elemen masa aksi menggebu. Aksi dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu yang membangkitkan semangat kami, yang untuknya kami ada hari ini, di sini, di depan gedung wakil rakyat kami.

 Faldo Maldini, Ketua BEM UI 2012, turut serta menyuarakan aspirasinya, orasinya yang menolak liberaslisasi perguruan tinggi dibumbuhi sindiran-sindiran kecil pada wakil rakyat, terlebih setelah diberitahukan bahwa sidang pengesahan RUU PT hari itu ditunda hingga satu kali masa sidang, sekitar 1.5 bulan hingga 2.5 bulan kedepan, dengan alasan RUU kembali di revisi 9 April 2012 dengan penambahan poin-poin tri dharma perguruan tinggi, agenda DPR dialihkan untuk membahas RUU Pemilu, kecewa, bukan karena aksi kami yang terkesan sia-sia, tetapi kecewa karena tak ada satu anggota dewanpun yang sudi keluar untuk mendengarkan aspirasi kami, aspirasi mahasiswa yang nantinya akan sangat merasakan dampak RUU tersebut dengan alasan pembahasan agenda baru, apakah sesulit itu untuk mengusahakan dua orang perwakilan dewan dari fraksi berbeda untuk mendengarkan aspirasi rakyatnya?

Meskipun begitu, aksi tetap berjalan, setelah orasi yang disampaikan Ketua BEM UI, perwakilan tiap fakultas mendapat kesempatan bersuara, ada yang spesial bagi Fakultas Teknik sebagai fakultas dengan masa terbanyak, setiap perwakilan Ikatan Mahasiswa Departemen juga mendapatkan kesempatan yang sama, IMS, IMM, IME, IMMt, IMA, IMTK, IMTI dan IMPI, dilanjutkan dengan orasi SMI, Mahasiswa Trisakti, IMMD, PMII dan ketua BEM FEUI yang datang menyusul ke lokasi aksi, kesemuanya meneriakan satu suara “Tolak Liberalisasi Perguruan Tinggi yang terkandung dalam RUUPT”.

Menjelang pukul 12.45 wib, beberapa mahasiswa UI memanjat gerbang biru gedung MPR DPR DPD, diiringi lagu lagu Totalitas Perjuangan yang menggema, bukan untuk menerobos tanpa izin, tetapi mengukuhkan tuntutan kami yang tercantum pada spanduk dan kertas panjang yang kami bawa, sebagai tanda perjuangan kami hari ini, meski dengan panas terik dan jumlah yang kurang maksimal terlebih pembatalan agenda DPR serta tidak bersedianya anggota dewan yang terhormat menemui kami, bukanlah hal yang membuat kami jera untuk menyuarakan tuntutan kami sampai tercapainya hal yang terbaik bagi pendidikan negeri ini.

Karena,
 “Tiada Kata Jera Dalam Perjuangan!”
“Hidup Mahasiswa!”
“Hidup Rakyat Indonesia!”
“Hidup Pendidikan Indonesia!”

Tidak ada komentar: