terkait aksi UI yang menolak liberalisasi RUU PT
bahasa sederhana...bukan bahasa politik,,selow..:D
Kepada para mahasiswa yang merindukan
kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
dipersimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban yang telah
menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan di lembar
sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun kejalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga untuk
negeri tercinta
-Totalitas Perjuangan-
Masihkan ingat lagu diatas? Sebuah lagu
yang diperkenalkan sejak masa OKK (Orientasi Kehidupan Kampus) sebagai
rangkaian acara Penerimaan Mahasiswa Baru yang diadakan di Universitas
Indonesia. Mungkin, bagi sebagian mahasiswa, lagu ini hanyalah sebuah lagu
biasa karangan dan aransemen mahasiswa lain yang dijadikan salah satu
soundtrack ritual OKK, namun bagi sebagian mahasiswa yang lain, lagu ini adalah
sebuah alunan nada yang menjadi lambang bahwa mahasiswa adalah pejuang pembela
hak rakyat, pembela bangsa dan negaranya sesuai tri dharma perguruan tinggi
poin ketiga, pengabdian masyarakat.
Rabu, 11 April 2012, lagu ini kembali
bergema di depan gedung MPR dan DPR untuk kesekian kalinya. Sekitar 70 orang
unsur mahasiswa Universitas Indonesia dan 30 orang aliansi KNP, SMI, LMMD,
PMII, mahasiswa Trisakti dan Pekerja UI,
menggelar aksi terkait rencana pengesahan RUU PT (Rancangan Undang Undang
Pendidikan Tinggi) di hari yang sama. RUU PT dianggap mengandung beberapa nilai
yang mengarahkan pada liberalisasi perguruan tinggi. Liberalisasi yang dimaksud
adalah (secara perlahan) menyerahkan pendidikan tinggi kearah pasar bebas, yang
akan berdampak pada semakin sulitnya aksesibilitas bagi masyrakat untuk meraih
pendidikan tinggi tersebut.
Dalam aksi tersebut, Fakultas Teknik
turut berpartisipasi, tidak kurang dari 35 orang mahasiswa dari delapan
departemen melibatkan diri, memang bukanlah jumlah maksimal bagi masa aksi teknik
namun merupakan jumlah terbanyak daripada masa aksi fakultas lain, kami
berkumpul sejak pukul 07.15 di depan ruang Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas
Teknik (BEM FT), saling berbincang singkat mengenai RUU PT dan aksi dan
berkenalan satu sama lain seraya menunggu kedatangan “pejuang” teknik lain yang
ingin bergabung menyuarakan tuntutannya.
Persiapan teknis aksi dipimpin oleh
Riyadi Afdol (Kepala Bidang Kastrat BEM FTUI 2012) pukul 08.00 wib hingga pukul
08.30 wib, , dimulai dengan pencerdasan singkat kembali mengenai permasalahan
dan penyikapan teknik akan isu RUU PT, absensi dan pengenalan Septian (Teknik
Mesin 2010) yang akan bertanggung jawab sebagai koordinator lapangan aksi
fakultas teknik.
Masa aksi, berangkat tepat pukul 09.00
wib dari gedung engineering center menuju bundaran psikologi dipimpin oleh
Septian, Agus Taufiq (Ketua BEM FTUI 2012) dan Riyadi Afdol, diiringi lagu
totalitas perjuangan yang dinyanyikan bersama sepanjang perjalanan. Sebelas
menit berlalu, kami menyanyikan mars teknik dan yel-yel teknik sebagai pertanda
kedatangan. Masa teknik bergabung bersama masa UI lain, telah tersedia pula dua
buah mobil berukuran sedang (hampir sama dengan kopaja) yang digunakan untuk
membawa masa aksi selain beberapa kendaraan bermotor pribadi dan sebuah mobil
pick up yang membawa sound untuk orasi saat aksi sekaligus menyuarakan isu RUU
PT pada masyarakat, dengan memperdengarkan lagu Totalitas Perjuangan, Hitam
Putih, Darah Juang, Buruh Tani dan Berderap dan Melaju serta
percakapan-percakapan singkat dan orasi-orasi yang mengemukakan permasalahan
RUU PT.
Pukul 10.30 wib, kami tiba di depan
gedung yang mengaku wakil rakyat kami, gedung dengan arsitektur khas dan
gerbang tinggi, kokoh berwarna biru tua dan tulisan besar di pekarangannya
Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan
Daerah, kami merapatkan barisan di depan gerbang tersebut, dipimpin orator yang
mewakili setiap elemen masa aksi menggebu. Aksi dibuka dengan menyanyikan lagu
Indonesia Raya, lagu yang membangkitkan semangat kami, yang untuknya kami ada
hari ini, di sini, di depan gedung wakil rakyat kami.
Faldo
Maldini, Ketua BEM UI 2012, turut serta menyuarakan aspirasinya, orasinya yang
menolak liberaslisasi perguruan tinggi dibumbuhi sindiran-sindiran kecil pada
wakil rakyat, terlebih setelah diberitahukan bahwa sidang pengesahan RUU PT
hari itu ditunda hingga satu kali masa sidang, sekitar 1.5 bulan hingga 2.5
bulan kedepan, dengan alasan RUU kembali di revisi 9 April 2012 dengan
penambahan poin-poin tri dharma perguruan tinggi, agenda DPR dialihkan untuk
membahas RUU Pemilu, kecewa, bukan karena aksi kami yang terkesan sia-sia,
tetapi kecewa karena tak ada satu anggota dewanpun yang sudi keluar untuk
mendengarkan aspirasi kami, aspirasi mahasiswa yang nantinya akan sangat
merasakan dampak RUU tersebut dengan alasan pembahasan agenda baru, apakah
sesulit itu untuk mengusahakan dua orang perwakilan dewan dari fraksi berbeda
untuk mendengarkan aspirasi rakyatnya?
Meskipun begitu, aksi tetap berjalan,
setelah orasi yang disampaikan Ketua BEM UI, perwakilan tiap fakultas mendapat kesempatan
bersuara, ada yang spesial bagi Fakultas Teknik sebagai fakultas dengan masa
terbanyak, setiap perwakilan Ikatan Mahasiswa Departemen juga mendapatkan
kesempatan yang sama, IMS, IMM, IME, IMMt, IMA, IMTK, IMTI dan IMPI,
dilanjutkan dengan orasi SMI, Mahasiswa Trisakti, IMMD, PMII dan ketua BEM FEUI
yang datang menyusul ke lokasi aksi, kesemuanya meneriakan satu suara “Tolak
Liberalisasi Perguruan Tinggi yang terkandung dalam RUUPT”.
Menjelang pukul 12.45 wib, beberapa
mahasiswa UI memanjat gerbang biru gedung MPR DPR DPD, diiringi lagu lagu
Totalitas Perjuangan yang menggema, bukan untuk menerobos tanpa izin, tetapi
mengukuhkan tuntutan kami yang tercantum pada spanduk dan kertas panjang yang
kami bawa, sebagai tanda perjuangan kami hari ini, meski dengan panas terik dan
jumlah yang kurang maksimal terlebih pembatalan agenda DPR serta tidak
bersedianya anggota dewan yang terhormat menemui kami, bukanlah hal yang
membuat kami jera untuk menyuarakan tuntutan kami sampai tercapainya hal yang
terbaik bagi pendidikan negeri ini.
Karena,
“Tiada Kata Jera Dalam Perjuangan!”
“Hidup Mahasiswa!”
“Hidup Rakyat Indonesia!”
“Hidup Pendidikan Indonesia!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar