aneh sih..tapi..selagi ini blog sendiri, boleh kan? :p
You’re
my…
Author
: Han Ji Eun (Fitri Suryani)
Main
cast : Fitta Maharadewi (imagine)
Lee Taemin
Support
cast : Kim Kibum (Key)
Christine Elizabeth (imagine)
Length : One Shoot
Genre : Romance, Friendship
Ratings : PG-13
Huhuhu…ini
fanfict pertamaku…mian kalau aneh..baru pertama soalnya..hhee
NO
BASHING and JUST COMMENT OK!
Check
this out!
Huh…kata
siapa orang sepertiku tidak bisa jatuh cinta?
Kadang
aku hanya bisa tersenyum kecil jika teman-temanku itu berkata,’Fitta dong masih
polos’,bagaimana ya?mungkin tak ada masalah tapi yang aku tak suka adalah nada
bicara mereka, seakan-akan aku tak pernah menyukai yang namanya namja, aku
hanya ingin berpedoman pada kehidupan ibuku yang menjunjung tinggi nilai-nilai
kesopanan bangsa timur, ibuku bilang, kalau terhormatnya seorang wanita itu,
jika ia bisa menjaga kehormatannya (kesuciannya) secara utuh, aku hanya ingin
yang menyentuhku nanti hanyalah suamiku, bukan hanya seorang namja yang
berstatus pacar yang kebanyakan hanya sementara, apa aku salah?,mereka itu
hanya berlebihan, jika sampai menudingku yang tidak-tidak..
Lupakan
soal gossip teman-temanku yang terkadang membuatku seakan tak normal seperti
mereka yang hampir setiap hari berkencan dengan pacar-pacar mereka, bahkan tak
segan berciuman di areal kampus,’yaiks’membuatku muak, aku lebih tertarik
menceritakan keadaan kampusku ini, Harvard University, universitas terkenal
dunia yang asri dan modern, ya..ini kampusku, aku berhasil mendapatkan beasiswa
dari perkuliahanku sebelumnya Seoul University, aku pernah sekolah di Korea?
Ya..itu karena orang tuaku tinggal disana,Mungkin kalian berpikir, kenapa
namaku tidak mengandung unsur Korea? Tidak memakai marga seperti Lee, Choi,
atau Kim layaknya orang Korea lain, itu adalah request dari ibuku yang asli
Indonesia, yang prinsipnya selalu kupegang teguh hingga kini,ia meminta nama
Indonesia disematkan padaku, Fitta Maharadewi, karena nama Oppa ku sudah berbau
Korea, Lee Jinki, dia benar-benar Korea, bermata sipit dan putih sedangkan aku?
Mirip sekali dengan ibu yang berkulit sawo matang dan bermata ‘belo’(aduh ga
enak banget bahasanya) ya..bermata lebar,balik ke soal kampus, aku mahasiswa
semester 3 usiaku kini 19 tahun (masih muda kan?), jurusan Desain Komunikasi
Visual, sekarangaku sedang..
“Haruskah
aku memberitahukannmu lagi Chris, itu sangat cocok dan fashionable untukmu..”,
tunggu..itu suara..
Aku
mengangkat wajahku, aku hapal suara itu, suara seorang namja, namja, namja
yang..
“Thank
you key…you’re always the best”,suara perempuan disebelahnya,lalu dia mencubit
hidung namja itu, mereka berdua tersenyum, tersenyum di hadapanku, God..betapa rasanya
hatiku ini,aku hanya bisa terpaku, terpaku menunggu mereka lewat dari
hadapanku,bahkan aku tak bisa melangkahkan kaki lagi, sebelum mereka
benar-benar pergi, cepatlah berlalu ku mohon..
“Ya..Fitta’ah!Gwenchana?”,
Aku terkejut, suara itu membuyarkan lamunanku yang pergi melayang bersama namja
tadi,
“Ah..eh..Taemin’ah..gwenchana..”,kataku
kikuk,
“Kenapa
kau melamun seperti itu lagi?”,kata orang yang tadi mengejutkanku,
“Aniyo…gwenchana”,kataku
berusaha sewajar mungkin, namun hatiku sebernarnya tidak, bagaimana aku bisa
biasa saja? Orang tadi, namja tadi dia adalah Kim Kibum..Mahasiswa semester 5
jurusan yang sama denganku, ia adalah satu-satunya laki-laki yang special di
mataku kini, masih keturunan Korea, biasa dipanggil Key, orang yang ramah,
keren dan modern, siapa yang tak suka padanya? Bahkan aku yang terkenal tak
pernah dekat-dekat dengan seorang namja apalagi berstatus special saja
mengagumi namja yang satu itu, tapi kehadiran seorang yeojachingu disampingnya
kadang membuatku tak nyaman, padahal aku siapanya Key sunbae?, bahkan ia tak
mengenalku,
“Kau
tak apa? Dari tadi melamun terus? Bagaimana jika kita ke Ruang Kesehatan saja,
tak usah ikut mata kuli..”,
“Jangan
Taeminnie, aku baik-baik saja”,
“Kalau
begitu kkaja, nanti kita terlambat!”,katanya lalu berjalan mendahuluiku, dia
kawanku, seorang namja, ya mungkin sedikit aneh karena aku tak pernah dekat
dengan seorang namja selama ini, menghindarkan dari hal-hal yang selama ini tak
kusukai, tapi kedekatanku sama orang di depanku ini bukannya menghapus gossip
kalau aku tak suka cowo, malah memperkuat gossip itu, dia memang namja, sama
seperti yang lain, tapi…kalau kau melihat wajahnya baik sepintas maupun lekat-lekat
mungkin kau akan berpikir 2 kali kalau ingin menyebutya seorang namja tulen,
bagaimana tidak dia memang laki-laki yang terkenal dengan kecantikkannya,
sstt..bahkan dengar-dengar dia pernah ditembak seorang namja di sini, ck, tapi
tentu saja dia menolaknya, selain itu dia juga belum pernah punya yeojachingu
seperti layaknya laki-laki lain disini, (semakin memperparah saja), dia juga
keturunan Korea, makanya kami bisa dekat, oh ya dia sangat periang, bahkan aku
tak pernah tahu ekspresinya jika marah atau sedih, sepertinya dia hanya bisa
tersenyum..namanya adalah Taemin..Lee Taemin,
“Fitta
ya! Kau kenapa? Murung terus dari tadi? Ah..aku tahu, ayo kita beli eskrim saja
bagaimana?”,lagi-lagi suara orang ini mengagetkanku, mengganggu aku saja, tak
pernah merasa patah hati apa?
“Entahlah
Taem,,aku malas..”,kataku lemas, aku masih memikirkan Key sunbae, sedang apa
dia bersama yeojachingunya?
“ayolah..aku
yang traktir deh, kkaja!”,katanya sambil menarik tanganku…eh
tunggu..tunggu..tanganku! tanganku!
“Ya!
Apa yang kau lakukan Lee Taemin! Sudah
ku bilang jangan sekali-kali menyentuhku!”,kataku berteriak,apa-apaan sih orang
ini menambah orang ga mood aja!
“Eh…mianhe
Fitta’ah..mian..habis kau lemas sekali sih..kenapa? ada masalah?”,tanyanya
peduli,ya ampun..dia memang my best friend deh..
“Tidak
apa…mungkin aku hanya, hanya kurang enak badan..”,kataku berbohong..
“Geraeyo?
Aku tak yakin, seorang Fitta bisa sakit juga ya?”,katanya sambil menempelkan
telunjuknya di dekat bibirnya, yang sukses mendapat jitakan dariku, ‘enak saja,
dia pikir aku robot apa tak bisa sakit? Huh..’
“Aduh..Fitta
bagaimana sih aku tak boleh menyentuhmu tapi kau menjitakku..”,katanya dengan
tampang polos..
“Ish..sudahlah
ayo kita makan es krim..”,kataku lalu meninggalkannya,
“Hei..kau
mau menaktrirku?”,aku berbalik
“Bukannya
tadi kau bilang kau yang mau menraktirku! Jangan pura-pura lupa Taeminnie, mau
aku jitak lagi?”,kataku lalu berjalan lagi,
“Ya!
Tunggu!”
Sekarang
aku dan Taemin sedang menikmati es krim pisang kesukaan kami di salah satu foodcourt,
ya es krim kesukaan kami memang sama rasa pisang, aneh memang, ya..tapi rasanya
memang enak, di saat seperti ini aku
bisa melupakan Key sunbae sejenak, ya..mungkin hanya ku paksakan untuk lupa
saja, nyatanya memang ia masih berkeliaran di kepalaku,
“Taemin’ah..boleh
aku bertanya satu hal padamu?”,kataku ragu,
“Ya…tentu,
kau ini kenapa bertanya saja sampai izin dulu, seperti tak pernah kenal saja?
Ada apa yeoja polos…”,katanya sambil melahap es krimnya,
“Ya!
Berhenti memanggilku seperti itu! Dasar namja yeoja!”,kataku sewot, aku tahu
yeoja polos yang dimaksud itu bertanda kutip seperti maksud teman-temanku yang
lain,
“Berhenti
memanggilku namja yeoja, tampan begini kau bilang namja yeoja aku namja tulen
tau!”,katanya memajukan bibirnya tak terima,
“Lagian..kau
duluan yang mulai, begini apa kau pernah merasa sakit hati?”,Tanyaku hati-hati,
“Ha?
Uhhhuuukk..uhuk..”,aku kaget sekali, apa pertanyaanku berlebihan ya sampai ia
tersedak seperti itu?
“Mengapa
tiba-tiba kau bertanya seperti itu?”,katanya,
“Ya..aku
hanya bertanya, bagaimana perasaanmu jika melihat yeoja yang kau sukai berjalan
dengan namja lain, tapi yeoja itu bukanlah yeojachingumu,apakah kau akan sakit
hati?..”,kataku
“Kenapa
aku mesti sakit hati?”,katanya sambil memiringkan kepalanya, ish..malah balik
nanya,
“Ya..karena
kau menyukainya Pabo!”,kataku, dia ini kapan sih aku bertanya sekali lalu dia
langsung nalar,
“Oh…”,lalu
dia kembali menyantap es krimnya, Hei..oh saja? Cukup oh saja?
“Ya!
Kenapa jawabanmu hanya oh saja!”,kataku protes,
“Kau
menunggu jawabanku ya?”, dia berkata seperti itu dengan tampang innocent nya,
ya ampun…kenapa aku bisa berteman dengan orang seperti ini sih?, benar-benar
kali ini aku menyesalinya!
“Sudah
cepat jawab!”,kataku tak sabar, kebanyakan basa-basi ga penting nih orang bisa
tidak sih langsung saja?
“Oh…wajar
sih jika kita merasa sakit hati seperti itu, aku juga merasakannya..”,katanya
menerawang, apa aku tak salah dengar? Taemin bisa sakit hati?
“Ha?
Kau sakit hati karena apa dan siapa?”,kataku excited, rasanya mengetahui ini
lebih menarik,
“Yah..mungkin,
walaupun kita bukan pasangannya, tapi melihat orang yang disukai bersama orang
lain tentu tidak enak, apalagi kalau dia tidak tahu kita memiliki perasaan
padanya, rasanya lebih sakit lagi, tapi…”
“tapi?”,kataku
tak sabar,
“Aku
akan selalu ada untuknya jika ia membutuhkan seseorang disaat ia sedih, dan
selalu mendukungnya disaat ia senang, menunjukan solusi yang baik jika ia dalam
masalah dan selalu berdoa untuk keselamatannya meski ia jauh..”,katanya sambil
menutup matanya dan tersenyum, ‘waw..apa iya yang didepanku ini seorang
Taemin?’gumamku dalam hati,
Ya…terkadang
temanku yang satu itu bisa benar juga ya…meski aku merasa sedikit aneh dan tak
percaya, tapi..kurasa aku menyetujui sarannya itu, aku ingin menjadi orang yang
dibilang Taemin, jika Key sunbae nanti punya masalah atau kesedihan aku akan
datang menghiburnya dan jika ia senang aku akan tersenyum dan selalu
mendukungnya, walaupun ia tak akan pernah tau dan tak mungkin membalas
perasaanku,
Hari-hariku
kembali seperti biasa, dipenuhi mata kuliah, celotehan Taemin yang seolah tak
kunjung habis dan masih gossip teman-teman seputar aku yang tak pernah punya
namjachingu, terlihat dekat dengan laki-laki dan disangka penyuka sesame jenis,
karena aku dekat dengan Taemin (tunggu jadi di mata mereka Taemin itu????)
Ah..sudahlah,
dan tentu saja kesedihanku karena selalu melihat Key sunbae dengan
yeojachingunya, kalau tidak salah namanya Christine,mahasiswa tingkat 5 jurusan
seni, pantas saja Key sunbae menyukainya, dia cantik, tinggi dan fasionable,
sedang aku? Ish..apa yang bisa kubanggakan? Aku tak tinggi dan tak secantik kak
Chris itu, bahkan tinggiku tak mencapai 160 cm..aduh, tak seperti Chris itu
yang model kampus, otomatis fisiknya benar-benar wah..sadarlah Fit..Key sunbae
tak akan pernah menyukaimu!meski aku berpapasan dengannya setiap hari, kurasa
ia tak pernah ingat wajahku,
“Hei..kau
melamun lagi? Ckckck”,lagi-lagi Taemin menegurku,aku hanya mnolehnya sebentar,
terkadang aku berharap Taemin berganti menjadi Key sunbae..tapi itu tak akan
mungkin kan?
“Ah..bagaimana
kalau nanti malam kau ikut aku ke sekolah dance, aku yakin kau akan suka
disana, nanti ku ajari kau beberapa teknik dance yang sudah kupelajari,
bagaimana?”,katanya semangat,
“Ha?
Kau kan tahu aku bukan jurusan tari, mana bisa aku menari”,kataku ketus,
tampaknya ia langsung cemberut,
“Aku
kan hanya mengajakmu saja supaya kau tak sedih lagi..”,katanya, lalu ia berkata
lagi sambil tersenyum, “nanti malam kujemput di depan kos mu jam 7..ok! sampai
jumpa nanti malam!”,katanya lalu pergi begitu saja! ‘hei..perasaan aku tak
bilang iya..ah..sudahlah dia memang susah dibilangin!’
Lebih
baik aku pulang berjalan saja sambil menenangkan pikiranku, lagipula ini baru
jam 4 sore, sekalian saja aku menghemat ongkos pulang,aku berjalan lurus sambil
menunduk, nampaknya aku tetap tidak semangat karena lagi-lagi Key sunbae
menghampiri pikiranku, bahkan aku tak memperhatikan suasana kota yang ramai,
dan tak mempedulikan angin yang cukup dingin karena sekarang sedang musim gugur..sepertinya
musim saja memihakku, gugur seperti daun yang layu,
“Danau…”,gumamku
pelan, aku menghampiri danau yang tak terlalu ramai itu, kurasa ini bisalah
sedikit memberiku napas baru, ya walaupun dingin tapi..tak ada salahnya, karena
ak..eh..tunggu, sepertinya aku mengenal orang itu, dua orang itu tepatnya, dia
..KEY SUNBAE DAN CHRIS?!?God..apalagi ini? Mengapa ada mereka disini? Disaatku
ingin menenangkan pikiranku! Kulihat chris menyentuh ingin menyentuh pipi Key
sunbae dan aku tak berani melihatnya, bahkan aku menutup mataku sebelum Chris
mendaratkan tangannya di pipi sunbae, tak lama kemudian aku membuka mataku dan
kulihat, ia meninggalkannya? Tunggu..chris meninggalkan key sunbae?tapi
kenapa?ada apa ini?, setelah kurasa aman, aku mendekati Key sunbae yang sedang
duduk memendam kepalanya dibalik tangan, kenapa dia?
“Ehm..sillyehamnida”,kataku
hati..hati, dia mengangkat wajahnya,
“Annyeong
hasimnika..”,kataku dengan senyuman, ya rada kaku memang,aku takut dia
mengusirku,dia masih terpaku,
“Ah..Annyeong
hasimnika..”,katanya,”Eh..annyeong? kau orang Korea?”,katanya dengan muka
terkejut, kurasa sudah mulai membaik, aku beranikan duduk disebelahnya,
“Ne…sunbae,
ehm..gwenchana?”,kataku dengan nada khawatir,
“Sunbae?
Kau juniorku? Harvard University?”,katanya, aku mengangguk semangat,
“Iya..Desain
Komunikasi Visual..”,kataku mantap,
“Oh..ya,
wah..mannaseo bangapseumnida”,katanya sudah mulai tersenyum, ah..aku berhasil!
>o<
“Kenapa
aku tak pernah mengenalmu ya? Ck, perkenalkan, Kim Kibum imnida, kau bisa memanggilku
Key..”,katanya menjulurkan tangannya, ah..aku jadi ragu, masa aku manyambutnya?
Akhirnya kuputuskan untuk menyatukan kedua tanganku saja di depan tangannya,
“Fitta
imnida, mianhamnida, Key sunbae, aku tak bisa menyentuhmu”,kataku,
aduh..bahasaku kaku sekali, seperti bukan aku saja,
“Gwenchana,
kenapa kau bisa ketempat ini?”,katanya heran,aku tersenyum, antara percaya atau
tidak bisa berkenalan dengan orang yang selama ini ku kagumi, Key sunbae,
“Oh..kebetulan
rumahku lewat sini, jadi kuputuskan untuk mampir sebentar ke danau ini, untuk
menenangkan pikiranku, eh..aku tak sengaja melihatmu dan yeojachingumu, kulihat
ia meninggalkanmu dan kau berada dalam keadaan seperti itu tadi, kau kenapa
sunbae, baru saja dia menyentuhmu kau malah menunduk seperti itu,
ah..jangan-jangan kau sedang main petak umpet dengannya ya? Wah..aku
mengganggumu dong!”,kataku kaget,’pabo ya! Seharusnya aku berpikir lebih
panjang jika aku ingin menghampirinya!’
“Ha?
Siapa yang main petak umpet? Kau ini aneh sekali, memangnya aku anak kecil main
petak umpet? Hahaha”,dia tertawa puas sekali, sedangkan aku? Tak kusangka Key
sunbae seperti itu, baru berkenalan ia sudah mentertawakanku, menyebalkan!
“Kenapa
kau menertawakanku?, aku hanya takut mengganggumu saja sunbae”,katatku
memanjukan bibirku,
“Ah..Mianhe..huh..”,ia
berhenti tertawa,dan menghela keras napasnya,”aku…sebenarnya sedang ada
masalah..”,katanya ragu, sepertinya ia masih canggung padaku,
“Masalah
apa itu sunbae?”,kataku polos,”bukankah kau baru saja disentuh lembut..ehm..
pipinya oleh yeojachingumu tadi..”,kataku pelan, sepertinya, rasa sakit itu
muncul lagi ketika aku mengucapkan demikian,
“Apa
maksudmu?”,katanya menoleh padaku, ya ampun…dia memandangku, aku terkejut,
“Ah..anu..tadi
aku kan tidak sengaja melihatmu dengan yeoja itu, dia menyentuh
pipimu..ah..tapi..tapi tenang saja aku menutup mataku setelah itu, jadi kau tak
perlu merasa aku mengintipmu”,kataku sedikit gugup,aduh sunbae, jangan
menatapku, ku mohon..
“Ha?
Jadi kau melihatnya ya?”,lalu mukanya berubah merah dan memegang pipi kanan
yang tadi dipegang Chris, seketika sakit menyelimutiku, jadi…benarkah yang
kulihat, ya ampun…rasanya aku ingin pergi sekarang juga dari sini,
“Tenang
saja sunbae aku tak melihatmu berciuman dengan kak Chris kok..”,kataku
sedih,aku menundukkan kepalaku,
“Ha?
Berciuman?”,katanya terkejut, aku menoleh,
“Iya…yeoja
itu setelah menyentuh pipimu kau kan…”,kataku dengan tangan membentuk seperti
layaknya adegan yang tak senonoh itu..
“What?
Hahahahahahaha!”,dia tertawa puas sekali, seakan-akan aku ini badut yang pantas
ditertawakan! Dasar! Jadi sosok yang ku kagumi itu suka menertawakan orang lain
bahkan yang baru dikenalnya? Kenapa semua yang ku kenal ga ada yang beres sih?
“Kenapa
kau menertawaiku lagi? Aku salah?”,kataku cemberut,
“Hahaha..mianhe,
tentu saja, aku belum pernah merasakan first kiss, bagaimana aku bisa melakukan
itu?”,ia kembali tertawa, dasar!
“Lalu
yang benar bagaimana?”,kataku masih kesal dengan tertawaannya itu,ia kembali
menghela napas,
“Aku..bertengkar
dengan yeojachinguku,”,katanya kulihat goretan sedih disana, dan kurasakan
goresan luka satu lagi di hatiku, hiks,
“Geraeyo?
Bagaimana bisa?”,kataku penasaran,
“Aku
tidak tahu, mungkin aku melakukan kesalahan di matanya, tapi aku tak merasa
pernah melakukannya”,katanya menerawang ke atas,
“Ha?
Jadi yang tadi bukannya..?”,
“Bukan
tentu saja, ia menamparku..”,katanya sedih, bahkan sebulir air mata kulihat
dipojok kanan matanya saat ia memejamkannya, ya ampun rasanya seperti apa
hatiku ini, melihat ia menangisi yeoja lain,
“Kau…sangat
mencintainya sunbae?”,kataku ragu,ia hanya membalasnya dengan mengangguk kecil
dan helaan napas, aku menunduk,
“Ah..sudahlah”,katanya,”lagipula,
kini dia bukan milikku lagi, tak usah terlalu dipikirkan”,ia berusaha semangat
yang malah kataku seperti orang yang benar-benar putus asa,
“Hei..sepatumu
bagus juga”,katanya tiba-tiba,
“Oh..geraeyo?”,
“Ne..selera
fashionmu cukup bagus, coba kau padu padankan dengan…”,
Aku
dan Key sunbae terus mengobrol, seperti yang kuduga dia humble dan sangat
fashionosta, dia juga lucu dan terbuka, terbukti kini aku sangat akrab
dengannya, bahkan aku diperbolehkan memanggilnya oppa dan berbicara tak terlalu
formal layaknya teman biasa, ya..dia sangat baik, memang tak pernah salah aku
selalu menyukainya,
“Gumawoyo..sun..ani..maksudku
oppa, sudah mengantarku pulang, mau mampir dulu oppa?”,kataku sambil menunduk
dalam,
“Cheomaneyo..tak
usah, maaf karena menemaniku ngobrol sampai semalam ini, yasudah aku pulang
dulu ya…annyeonghi gaseyo!”,katanya melambaikan tangan,kemudian berbailik pergi
“Ne..annyeong
higaseyo”, balas ku tersenyum, aku berbalik memasuki kos ku dengan hati
yang..aku tak tak tahu bagaimana bisa menggambarkannya, aku bisa mengobrol
banyak dengan Key sunbae, bahkan ia mengizinkanku memanggilnya Oppa, ya
Tuhan…aku benar-benar…, tapi sepertinya..aku seperti melupakan sesuatu, sesuatu
tapi apa ya? Sepertinya hal penting,tapi..apa itu? Ah..sudahlah, mungkin aku
terlalu senang dan tak percaya apa yang kualami hari ini, sepertinya semangat
hidupku kembali lagi,hahaha, berlebihan sekali, ku rasa aku bisa tidur sangat
nyenyak malam ini,
Pagi
ini tek seperti biasanya, aku mulai bisa berpikir positif lagi, terutama yang
bersangkutan dengan Key Oppa, apalagi ia bilang belum pernah first kiss,
berarti kak Chris itu belum menyentuh Key sunbae,aku semangat sekali berangkat
ke kampusku tercinta,aku ingin berbagi kebahagiaan, tapi dengan siapa ya?
Ah..aku tahu, Taemin, tapi dia kemana ya? Biasanya jam segini ia sudah
mengagetkanku dengan celotehannya, tapi..dimana di..
“Hei…itu
dia!”,pekikku,aku langsung menghampirinya yang sedang duduk tenang di DPR,
alias Dibawah Pohon Rindang, hehehe,
“Taeminnie..!!!”,kataku
setengah berteriak, tampaknya ia sedikit terkejut, buktinya ia terlonjak
kebelakang, hahaha ia lucu sekali,
“Ah..Fitta’ah..kau
mengagetkanku..ada apa?”,katanya sedikit lemas dan..tak seperti biasanya, dia
kenapa ya?
“Taemin’ah..gwenchana?
kau kenapa? Kenapa tak bersemangat? Ayolah..biasanya kau yang menyuruhku untuk
ceria, kenapa sekarang berbalik?”,kataku mencoba seceria mungkin,
“Ehm…gwenchana,
nampaknya kau senang sekali, ada yang mau kau ceritakan?”,katanya mulai
tersenyum meski agak kikuk menurutku, tak seperti Taemin biasanya yang sudah
tersenyum lebar dan mengoceh panjang, tapi tak apalah..aku sedang senang siapa
tahu rasa senangku ini bisa menular padanya,,
“Nah..begitu
dong, aku mau cerita..kkaja..”,kataku sambil mengisyaratkan untuk pergi,
sepanjang jalan aku bercerita penuh semangat pertemuanku kemarin dengan Key
sunbae, atau yang sekarang ku sebut Oppa, hhe, aku sangat-sangat excited, tapi
yang kutangkap Taemin hanya sekedar senyum, senyum dan senyum, ada apa ya?
“Ya..Taemin’ah..bisakah
kau sedikit excited sedikit pada ceritaku, sepertinya kau lemas sekali, ah..aku
tahu bagaimana kalau kita minum susu pisang? Aku yang traktir deh..”,kataku
masih semangat, yah..itung-itung balas budi kemarin dia menraktirku es krim
pisang,
“Gerae?”,tanyanya
sepertinya ia tertarik..
“Iya..ay…”
“Fitta’ah!”,aku
terhenti ketika seseorang memanggil namaku, rasanya aku sangat kenal suara ini,
aku berbalik ternyata benar saja, Key sunbae..dia…berlari menghampiriku..
“Fitta’ah..bisa
ikut aku sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu..”,katanya, tanpa ada
basa-basi aku mengangguk saja, dan mengikutinya pergi, ya Tuhan..aku
benar-benar tak bisa menolak pesona orang ini, ck….dia berbicara cukup singkat
dan jelas, intinya dia ingin aku menjadi bagian panitia pameran DKV bulan
depan..wah..tawaran yang bagus tentu saja, aku mengagguk pasti, lalu ia pun
pamit dan berlalu, aku kembali dengan langkah yang semakin riang ke tempat aku
bertemu Key Oppa tadi sepertinya tadi aku bersama Taem…Taemin..kemana dia?
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Taeminnie
aku tak bisa maaf ya..hari ini ada planning buat acara DKV kau kan tahu sudah
tinggal 3 minggu lagi..aku harus menyebarkan proposal dana secepatnya”,kataku
saat aku merefused ajakan Taemin ke Taman Hiburan Pekan ini,
“Ayolah
Taemin..kau tahu, aku harus menyeleksi karya-karya yang akan dipamerkan DKV, 2
minggu lagi..”,kataku saat aku harus kembali merefused ajakan Taemin untuk
mengobrol tak penting seperti biasa di kampus,
“Bisakah
kita makan es krim atau susu pisangnya nanti saja saat acara DKV selesai,
kurasa aku harus focus untuk minggu ini..Mianhe..”,kataku yang merefused lagi,
ajakan Taemin untuk makan di foodcourt langganan kami, aku harus focus pada
acara DKV yang tinggal menghitung hari karena aku diberi tanggung jawab oleh
ketua pelaksananya langsung siapa lagi kalau bukan Key Sunbae,bicara soal Key
sunbae, kabalikan dengan Taemin, aku semakin dekat dengannya, kurasakan semakin
lama ia semakin sempurna dimataku, modern, stylish, dan pintar dalam mengambil
tindakan, oppa…aku tak pernah salah menganggumimu,dan tentu saja kedekatanku
dengan Key Oppa setidaknya membuat teman-temanku mengalihkan gosipnya dari aku
yang secara tidak langsung dituduh sebagai yeoja tak suka namja karena tak
pernah dekat dengan namja kecuali namja cantik itu, menjadi yah..boleh
dikatakan normal kembali, apalagi yang dekat denganku adalah Key Oppa yang
aktif dan memiliki pribadi yang baik dan pantas dikagumi,
“Nah..lukisan
ini taruh disini saja..bagaimana Oppa?”,kataku kepada orang disebelahku yang
tak lain adalah Key Sunbae sambil menunjuk sebuah dinding yang masih kosong
untuk menempatkan lukisan beraliran surealisme itu,
“Hm..bagus,
efek cahayanya pas dan membuatnya lebih dramatis, kau pintar Fitta’ah..”,kata
Key Oppa, dia memanggilku pintar, kalau aku bisa terbang mungkin kepalaku kini
sudah sakit semua karena berciuman dengan atap berkali-kali,
“Gumawoyo
oppa..”,kataku tersipu,
“Siapa
seniman lukisan ini?”,katanya nampaknya ia sangat sangat tertarik dengan
lukisan ini, karena sepanjang ia melihat lukisan ia tak pernah bertanya seperti
itu,”Christine Elizabeth”,ia mencoba membaca perlahan tulisan sambung kacau di
bawah lukisan itu, tanda tangan pelukisnya,
“Chris..tine..”,ia
kembali membacanya pelan air mukanya berubah menjadi sangat-sangat sedih,
benar-benar seperti orang yang sangat putus asa, ia langsung pergi bahkan masih
menucapkan kata yang sama berkali-kali, ‘Key Oppa kenapa?’gumamku,
“Christine
Elizabeth..”,aku membaca perlahan pelukis yang karyanya terpampang disana, ya
Tuhan..aku terpekik, aku benar-benar kaget,hatiku kembali sakit, ternyata..Key
Oppa belum bisa melupakannya, ia masih mencintai orang itu..
Setelah
kejadian itu, tepatnya 3 hari sebelum acara pameran dimulai, Key Oppa seperti
bukan dirinya lagi, ia selalu memandangi lukisan karya Chris yang tak lain tak
bukan adalah mantan yeojachingunya, ia selalu pulang lebih lama dari yang lain,
dan semua dilakukannya hanya untuk memandangi lukisan itu, ayolah
sunbae..jangan seperti itu..kau membuat aku sedih, sedih bersamamu..
Aku
termenung, lagi-lagi soal Key sunbae yang mulai berbeda, ayolah..aku tak
semangat jika ia tak semangat seperti dulu,
“Apa
yang harus kulakukan?”,kataku berbicara sendiri,”Disaat ia sedih aku malah tak
bisa berbuat apa-apa? Tak bisa apa-apa? Kenapa kau bisa bilang selama ini kau
mengaguminya, ha! Yeoja pabo..pabo..pabo..pabo!”,aku mengetuk palaku tiga kali
dengan tanganku sendiri,
“Kenapa
aku tak bisa melakukan apapun?”,kataku membenamkan kepalaku ke kedua lenganku,
tak terasa air mataku perlahan menetes, seperti bukan diriku saja?
‘Aku
akan selalu ada untuknya jika ia membutuhkan seseorang disaat ia sedih, dan selalu
mendukungnya disaat ia senang, menunjukan solusi yang baik jika ia dalam
masalah dan selalu berdoa untuk keselamatannya meski ia jauh..’
Tiba-tiba
aku teringat kata-kata Taemin, iya..kata-kata itu, satu-satunya yang kuanggap
paling benar yang pernah keluar dari mulut namja itu, aku harus berusaha
membuat Key Oppa seperti dulu lagi! Aku tak bisa melihatnya seperti ini terus,
aku sudah bertekad! (petir semangat menyambar-nyambar…ombak meraung-raung,
sirine ambulan mengiung-ngiung..*ok..yang ini ga nyambung#lupakan!) aku harus
bertindak! Aku akan melakukan..melakukan..melakukan apa ya?
Yah..mesti
aku tak tahu apakah rencanaku berhasil, tapi aku harus mencobanya, ok..korban
selanjutnya adalah Christine Elizabeth!
Pagi
ini, kampusku seperti biasa ramai namun damai, karena entah kenapa Taemin
sedikit menjauh dariku, atau mungkin aku yang menjauh darinya? Ah..sudahlah aku
punya misi penting yang harus segera kuselesaikan,aku berkeliling ke areal
kampus mahasiswa semester 5, rasanya tak enak sekali kakak-kakak itu melihat
kearahku dengan tatapan aneh, mungkin mereka mencoba bilang’hei..ini bukan
daerah anak kecil!’,Masa bodoh..aku harus bertemu Chris..aku harus bicara
dengannya,
“Hei..chris..ada
yang mencarimu..”,kata yeoja di depanku, karena aku terlanjur pusing mencari
keberadaan yeoja Chris itu, makanya aku memanfaatkan kepolosanku untuk mancari
targetku (bilang aja minta dicariin =.=”),
“Siapa?”,kata
seorang yeoja lain,
“Itu..”,katanya
menunjukku yang sedang berdiri tak jauh dari sana,kulihat seorang yeoja cantik,
tinggi dan stylish menghampiriku, rasanya minder juga aku benar-benar berbeda
380 derajat darinya (perasaan Cuma ada 360 ya?)
“Ada
apa mencariku?”,katanya ketus, ternyata dia tak se humble perkiraanku,”Kau yang
di gosipkan dengan Key itu kan?”,aku masih terdiam,
“Dasar
bodoh Key itu, manggantiku dengan orang macam dia! Apa dia sudah kehilangan
selera positifnya?”, katanya sambil memutar bola mata, sial rupanya dia lebih
rese dari Taemin!
“Maaf
ya..tapi apa kau Chris? Dengar..aku tak tahu dengan semua yang kau ucapkan
barusan, tapi..aku ingin bilang sesuatu, Key Oppa adalah milikku sekarang, dan
kau jangan pernah berharap memilikinya lagi!”,kataku setegas mungkin, tampaknya
ia terkejut,
“Really?
Oh..how’s pity Key..mendapatkan perempuan macam kamu? Dia terlalu dipenuhi
kesialan, bahkan ia terlalu bagus untukmu anak kecil!”,katanya sambil
menunjukku, ok..ini keterlaluan, ia benar-benar memecahkan rekor kekesalanku
pada Taemin,
“That’s
not my problem, Key Oppa menyukaiku, and so do I, tak masalahkan? Cukup aku
hanya ingin mengatakan itu, bye..”,kataku lalu meninggalkannya, aku tersenyum
tampaknya rencanaku akan berhasil..
Key
Oppa..bisakah kau pergi kedanau sore ini, adalah masalah sedikit soal DKV, tadi
ada pelukis yang mengeluh padaku, ku harap kau bisa datang di tempat seperti
biasa, gumawoyo..
“Send..,
ok..beres..”, kataku tersenyum, ku harap rencanaku bisa berhasil, dan..mereka
bisa, tiba-tiba aku merasakannya sakit yang seperti itu lagi, oh Tuhan…kuatkan
aku,
Ini
pukul 4 sore, aku sudah ada dibalik pohon di pinggir danau, aku memandang
lekat-lekat tempatku berjanji bertemu dengan Key Oppa, kuharap rencanaku ini
berhasil,
Dari
arah kanan, ku lihat seorang namja dengan celana levis ketat, kaos putih dan
jaket levis berwarna merah muda, ya..merah muda warna kesukaan Key Oppa,
dipadukan dengan sepatu kets, aku berdecak,’benar-benar laki-laki yang
stylish’,ia tampak menengok kanan kiri sepertinya mencari seseorang yang
membuat janji dan tidak bertanggung jawab karena belum menampakkan batang
hidungnya,tiba-tiba dari arah berlawanan kulihat seorang yeoja yang sepertinya
benar-benar diliputi kekesalan, dengan celena pendek, jaket tanpa lengan
berwarna biru tua, dan kaos hitam ia melangkah terburu-buru dengan kakinya yang
jenjang,
Key
Oppa nampaknya asyik dengan handphone yang sedang digenggamnya, sedang yeoja
itu terus berjalan setengah berlari sambil meremas handphonenya sendiri dan
menengok ke samping kanan, kiri dan belakang seperti sedang memburu sesuatu,
jarak mereka semakin dekat, jantungku berdegup, ya Tuhan..semoga ini akan
berhasil..
“Aw”,
yeoja tadi berteriak, tampaknya karena kecerobohannya ia menebrak namja di
depannya yang tadi sedang asyik dengan handphone-nya
“ah..”,namja
yang ditabrak hanya bisa mengaduh,”ya..bisakah kau berhati-hati sedikit…ku rasa
jalan disini begi…tu…”, kata-katanya menjadi terputus begitu ia melihat siapa
yang berada di depannya, “Chris?”
“Key!
Apa yang kau lakukan disini?”,kata yeoja yang bernama Chris..namja yang tentu
saja Key Oppa itu terdiam sebentar masih terpaku,
“Hei..Key!”,Chris
menegur Key Oppa, sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Key Oppa,
“Eh…aku..menunggu
seseorang, aku menunggu Fitta, ia ingin membicarakan masalah DKV, kau
sendiri?”,Key Oppa bertanya,
“Ha?
Jadi kau menunggu perempuan itu? Mana dia? Ingin rasanya ku remas dan kugunakan
untuk mencuci piring dirumahku!”,jawabnya kesal sambil meremas tangan, aku
menahan napas mendengarnya,’tega sekali..’
“Ha?
Memang dia kenapa? Kenapa kau ingin menyiksanya?”,Key Oppa bertanya tampaknya
ia tak mengerti,
“Tidak
usah kaget seperti itu! Kau tahu perempuan itu, perempuan tidak punya etika,
angin darimana ia meng-sms ku dengan kalimat seperti ini!”,kulihat Chris
menunjukan sms yang kuberikan tepat di depan mata Key Oppa,
“Kau..aku
tahu kau masih menyukai Key Oppa bukan? Dari omonganmu kemarin nampaknya kau
benar-benar yakin kalau Key Oppa bisa terus menyukai perempuan aneh, yang sok
cantik sepertimu! Ku peringatkan! Ia tak akan pernah menyimpan lama wajahmu itu
di memorinya yang berharga! Jadi jika kau masih memiliki akal sehat jauhilah
Key Oppa, dan carilah laki-laki yang sepadan denganmu, sepadan dengan sikap
burukmu itu! Hahaha”,Key Oppa membaca sms dariku pada yeoja itu, ‘aduh rasanya
malu sekali aku bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu, tapi ini satu-satunya
jalan, God forgive me please..’
“Lalu
kenapa kau bisa kesini?”,kata Key Oppa bertanya lagi,
“Huh..dia
menantangku jika aku tak datang sore ini di danau ia akan mencapku perempuan
pengecut yang bahkan takut pada junior sendiri!”,ia benar-benar kesal sampai
mencak mencak seperti itu,
Aku
melihat Key Oppa berpikir sesuatu, sekali lagi jantungku berdegup ‘apa yang
dipikirkannya kini? Aku yang di luar batas kah? Atau ia tahu
maksudku?’,batinku, kulihat lagi ekspresi dari Key Oppa, dan kulihat ia
…tersenyum,
“Jadi
kau disini untuk bertaruh dengan Fitta sshi demi aku?”,kata Key Oppa tersenyum
jahil pada yeoja di depannya,
“Iya
aku bertaruh dengan perempuan menyebalkan itu..untuk…hei wait..kau bilang
apa?”,Chris memotong perkataannya,Key Oppa tersenyum lagi,
“Kau
masih menyukaiku kan?”,masih dengan senyum jahilnya, kulihat mata Chris
membulat dan wajahnya memerah,aku yang melihatnya merasa seperti ada yang
mengganjal, seperti rasa tak senang, sedih entahlah..
“Jangan
terlalu pe..de”,kata Chris terbata karena kini tangan Key Oppa sudah berada di
pipinya, menyentuhnya dengan lembut, lalu perlahan tapi pasti ia mendekatkan
wajahnya pada wajah Chris, ‘what?’ reflek aku langsung berpaling sambil menutup
mataku dengan telapak tangan,dan entah mengapa tanpa kusadari sebulir air ku
rasakan jatuh dari ujung mata kiriku,aku masih menutup mataku, aku merasakan
hal yang benar-benar menganehkan, diantara sedih, senang, dan kegalauan,
“Ehm…”,
sepertinya suara dehaman seseorang, ‘ha? Seseorang? berarti ada yang mengetahui
kalau aku disini?’,batinku terkejut, aku segera menyingkirkan bulir air yang
tadi keluar dari mataku dengan telapak tanganku dan mendongak keatas, melihat
siapa yang menegurku disaat seperti ini, begitu aku melihat siapa yang ada di
hadapanku, ‘Ha? Kenapa bisa ada disini?’,pekikku dalam hati,
“Sedang
apa kau disini?”,katanya lalu menengok kearah belakang ku aku hanya bisa
memalingkan muka,
“Ck..Anak
kecil, dilarang mengintip orang pacaran!”, katanya lagi,
“Aku
tidak mengintip!”,bantahku cepat,
“Lalu?”,katanya
sambil memiringkan kepalanya,
“Ehm…itu…”,aku
menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal,’ya ampun..aku harus jawab
apa?’,batinku,ia tersenyum,
“Kau
berhasil ya?”,tanyanya,
“mwo?”,kataku
tak mengerti,ia hanya kembali tersenyum dengan senyum khasnya,
“Itu…mereka
bersatu lagi, itu rencanamu kan yeoja polos?”,rese! Lagi-lagi ia meledekku!
“Sudah
ku bilang jangan panggil aku dengan sebutan itu! Dasar namja yeoja!”,iya orang
yang di depanku tadi itu namja yeoja, temanku Lee Taemin, “Aku tak mengerti
maksudmu, sudah aku mau pulang!”,kataku lalu beranjak meninggalkan Taemin,
“Ya…Fitta’ah,
bagaimana kalau kau ikut aku saja! Aku jamin kau akan suka!”,kata Taemin
berteriak padaku yang memang sudah beranjak pergi,
“Aku
sedang tak ingin makan es krim pisang Taemin’ah..”,jawabku tanpa mengalihkan
pandanganku, tiba-tiba ia sudah mensejajarkan langkahnya denganku,
“bukan
makan kok..ayolah..ku yakin kau pasti suka!, sekali ini saja!”,katanya memohon
dengan puppy eyes-nya,’oh..God..bisakah ia tidak menggunakan pandangan
itu?’,aku mendengus pelan,
“Ne..baiklah,
tapi awas sampai aku tak suka, aku tak akan mau menerima ajakanmu lagi!”,kataku
melunak,
“Baik…kkaja!”
Aku
tahu ini akan jadi kejutan tapi bisakah ia tidak menutup mataku seperti ini
memakai kain lagi, aduh..rasanya pandanganku bakalan biru setelah dilepas
nanti, sudah lama sekali, apakah tempatnya sampai keujung Kota apa? Mataku
sudah sakit tertutup terus tau!
“Ya..Taeminnie,
belum sampai juga, mataku sakit nih..”,kataku pada Taemin yang memberikan pertolongan
melangkah dengan intruksi kecil dan sapu tangan yang menjadi penghubungku dan
dia,
“Yap..sudah
sampai, kau bisa membuka penutup matamu itu”,kata Taemin, itu yang sedari
kutunggu, aish…rasanya sakit se….”Waaaa”, aku terkejut dengan pemandangan di depanku,
rupanya aku ada diatas bukit dan yang lebih tepatnya di ujungnya sehingga
pemandangan di depanku adalah lembah dan sungai cantik dihiasi langit sore,
sudah itu…aku melihat beberapa..
“Hei..kuas
dan cat, kanvasnya juga ada..”,kataku melihat bahan-bahan melukis ada di
hadapanku dan Taemin kini,
“Ya..karena
ku pikir kau tak terlalu menyukai dance, kau pasti menyukai lukis, karena kau
sangat excited soal lukisan, bagaimana? Baguskan tempat yang kupilih?”,katanya
tersenyum, aku membalas tersenyum dan anggukan,
“Great
job..Taeminnie”,kataku,
Sudah
sekitar setengah jam berlalu lukisan kami –aku dan Taemin- telah menemukan
jalannya, aku lebih tertarik menggambar pemandangan di depanku, sedang Taemin?
Ia menggoreskan kuas cat begitu lepas, kurasa, Abstraksi!
“Ya..kau
bisa juga menggambar abstraksi Taeminnie?”,tanyaku sambil melihat lukisan
Taemin yang berwarna-warni,
“Ah,,,ani,
aku kan tidak bisa melukis Fitta’ah..jadi ku warnai saja
sekiranya..hhe”,katanya sambil terus menggoreskan cat warna,
“Kata
siapa? Setiap lukisan itu memiliki makna, dan kebanyakan mewakili perasaan
pelukisnya, terutama yang abstraksi, tiap goresan warna akan memiliki arti, tak
mungkin hanya sekiranya..”,kataku menjelaskan,
“Sok
tahu..memangnya benar?”,katanya, terntaya dia meragukanku, ck..
“Iyalah..aku
sudah melihat dan belajar lukisan sejak lama, dan semua lukisan pasti memiliki
makna tersirat di dalamnya, ku jelaskan ya makna lukisanmu di mataku”,kataku
“Baik..coba
kau terjemahkan..”,katanya menantangku,
“Warna
gelap bergradasi ke warna terang dari kiri ke kanan, berarti kau berharap
mengarah ke kehidupan yang lebih baik, warna hijau, melambangkan ketenangan
jiwa, kau pasti sedang damai karena merasa telah melepas salah satu beban,
warna oranye kau pasti sedang merasa senang, lalu warna merah muda, itu
melambangkan cinta, kau..sedang jatuh cinta Taemin’ah?”,kataku sedikit terkejut
dengan warna terakhir yang kulihat bersama goresan-goresan kecil warna lain,
“Kau
itu sok tahu, aku hanya menggores warna yang ku tahu…”,kata Taemin polos,
“Tidak..sudah
ku bilang, lukisan baik disadari ataupun tidak itu mewakili apa yang kau
rasakan dan kau pikirkan, kau jatuh cinta pada seorang yeojakan? Bukan
seorang….”kataku tak sanggup meneruskan,
“Tentu
seorang yeoja kau pikir apa? Aku masih normal tau!”,katanya sedikit kesal,
“Mian…apa
yeoja yang membuatmu jatuh cinta itu yeoja yang waktu itu membuatmu patah hati
juga?”,kataku kembali excited dengan siapa yang berhasil membuat seorang Taemin
yang selalu tersenyum ini merasakan patah hati,
“Bukannya kau yang suka pada Key..sampai menangis
seperti itu melihatnya bersama yeoja lain?”,ish..namja yeoja itu malah
membahasnya lagi, aku menggeleng dan menghela napas perlahan,
“aku
tidak menangis…lagipula aku tidak suka, hanya mengaguminya, dan sekarang aku
juga tidak bisa mengaguminya lagi..”,kataku sendu, Taemin menghentikan
aktivitas melukisnya,
“Loh?
Tapi kenapa?”,katanya menatapku yang sedang tertunduk,
“Karena…ia
sudah tersentuh yeoja lain, kau lihatkan tadi, masa aku mau mengagumi orang
yang sudah tersentuh yeoja lain yang bukan istrinya..huh..aku saja tak suka
disentuh-sentuh begitu, kalau aku mengagumi orang yang suka seperti itu,
bisa-bisa aku terbawa karena rasa kagumku padanya..”,kataku lalu menghela
napas,
“Hahaha,
kau tahu itu kan urusan pribadinya, tak ada urusan denganmu…”,sebelum Taemin
menyelesaikan kalimatnya kupotong terlebih dulu,
“Tapi..siapa
yang kau kagumi itu, juga mencerminkan dirimu tahu!”,kataku sedikit kesal, dan
memajukan sedikit bibirku,
“Iya..iya…”,katanya
tersenyum dan kembali melukis, kali ini ia menggoreskan warna merah jambu dan
oranye secara bergantian,
“Hei..siapa
yeoja yang kau sukai Taemin’ah.?”,tanyaku, ia tak menjawab malah terus
tersenyum sambil terus menggoreskan warna-warna cerah,
“Ya!
Namja yeoja! Kau mendengarku tidak ha? Atau jangan-jangan…benar kau tidak suka
pada yeoja ya?”,tuduhku frontal, ia langsung berhenti dan dengan tatapan
terkejut menetapku,
“What?
Enak saja! Aku masih normal tahu! Dan berhenti memanggilku namja
yeoja!”,katanya kesal, ia menggoreskan warna merah di lukisannya, aku tahu itu
tandanya kemarahan, ‘ya ampun semarah itukah ia padaku?’
“Ya..Taemin’ah..kau
marah padaku?”,tanyaku hati-hati,ia menghela napas,
“Ani..”,katanya
singkat,
“Makanya
beri tahu aku..setidaknya itu akan menunjukan kau menyukai seorang yeoja dan kau
masih normal tak seperti tuduhan teman-teman selama ini..”,kataku membujuk
dengan alasan yang serasional mungkin,
“Kau
benar-benar ingin tahu?”,katanya, kulihat ia tak lagi menggoreskan cat merah,
baguslah!
“Iya….tentu…tentu
saja!”,kataku semangat,
“Benar?”,katanya
menghentikan aktivitasnya melukis,aku mengangguk tetap dengan semangat yang
sama,
“Baik….aku
hanya menyebutkan ciri-cirinya ya…hm…dia sangat baik, dan yeoja
tulen!”,katanya, lalu melanjutkan melukisnya lagi,’ha? Cuma itu?’
“Hei..masa
ciri-cirinya hanya segitu?”,kataku tak terima,
“Ia…rela
berkorban, bahkan ia rela melepas laki-laki yang ia sukai hanya karena tak mau
laki-laki yang ia sukai murung karena menyukai orang lain, ia juga pintar dan
cantik, tak hanya cantik diluar, tapi juga cantik dalam hatinya”,katanya
tersenyum sambil menggoreskan cat merah muda, biru dan hijau bergantian,
“Waw…ia
amat istimewa..”,pekikku kagum, jarang sekali aku mendengar pujian yang begitu
tulus dari seorang namja yeoja ini,
“Tapi…terkadang
ia menyebalkan, ia bahkan membiarkanku menunggunya selama dua jam di depan
rumahnya, dan ia bahkan tak ingat akan janji yang kami buat saat itu..”
“Hei..kejam
sekali..”
“Iya..tapi
ternyata, setelah ku cari tahu, ia sedang menemani namja yang ia sukai karena
namja itu sedang patah hati..”, aku terdiam, kalau begini aku tak tahu harus
menanggapi apa,
“Lalu
ia juga pernah menolak ajakanku tiga kali berturut-turut, bahkan menolak ajakan
untuk pergi ke tempat favorit kami….”,ia cemberut dan menggoreskan warna gelap
disana,aku hanya bisa bingung katanya baik tapi kok tega melakukan hal itu ya?
“Dan
itu karena ia sibuk di acara kuliahannya, tapi sebenarnya aku tahu karena ia
diminta langsung menjadi panitia oleh namja yang ia sukai yang menjabat sebagai
ketua pelaksananya, satu lagi ia sangat bodoh..karena dari tadi ia tak
menyadari kalau aku sedang membicarakannya!”,katanya sedikit memiringkan
kepalanya kearah lukisan yang ia buat,
“Loh…tadi
katanya yeoja yang kau sukai itu pintar..kenapa jadi bodoh..kau ini plin-plan
ya namja yeoja..ckckck”,kataku berdecak sambil menggeleng,
“Itu
dia.. aku tak suka jika ia memanggilku namja yeoja, dia sering sekali
menmanggilku seperti itu, sudah kubilang berkali-kali tapi ia tetap saja
begitu..”,katanya sedikit kesal,
“Lucu
sekali, kenapa ia memanggilmu namja yeoja, sama sepertiku..”,kataku polos,
“Tuh..kan
aku bilang dia terkadang pabo untuk hal seperti ini, dari tadi aku bicara
padanya mengenai dirinya sendiri dan ia tak juga menyadarinya, benar-benar
yeoja polos…”,katanya masih melukis,
“Hei…kau
menyebutnya yeoja polos,,lucu sekali lagi-lagi seperti julukanku yang diberikan
teman-temanku,eh.. dan kau bilang yang kau suka sedang bicara denganmu dari
tadi dan…”,aku membulatkan mataku, rasanya ada yang aneh dengan kata-kata
Taemin barusan..sedang bicara dengannya? Itu kan..a…
“Taemin’ah..”,kataku
pelan,
“Wae..sudah
sadarkah? You’re so slow Fitta’ah..”,katanya santai lalu melukis lagi, sementara
aku masih terpaku mencerna kata-kata Taemin barusan,
“Sudah
You’d better finishing your picture now..”,kata Taemin, karena aku tak tahu
harus melakukan apa, ya..kurasa lebih baik jika aku menyelesaikan lukisanku,
hari ini terlalu banyak yang tak dapat kucerna dengan akal sehatku…
Akhirnya…hari
pameran dilaksanakan juga, aku melihat, Key Oppa dan Chris sedang bersama-sama
mengomentari hasil karya yang menjadi ikon pameran, dan sepertinya mereka lebih
akrab, syukurlah…rencanaku berhasil,
“Jangan
pernah bersedih lagi Oppa..”, gumamku pelan,”bahagialah dengan Chris…”,
“Mengintip
orang pacaran lagi!”,tiba-tiba sebuah suara mengejutkanku,aku berbalik kearah
sumber suara itu,
“Ya..Taeminnie,
bisakah kau datang tak mengagetkanku? Kenapa kau selalu seperti itu
sih..!”,kataku sedikit kesal, dasar!
“Hehehe…maianhe,”,katanya
tersenyum,
“Eh..bukannya
kau ada show dance malam ini? Kok masih disini?”,kataku katanya ia ada show
dance dari sekolahnya, kenapa ia masih di pameran ini?
“Mmm..aku
ingin kau ikut denganku, sekalian kau membayar kesalahmu waktu itu! Membuatku
tak pergi ke sekolah dance!”,katanya memaksa,
“Mmm..baik..aku
akan membayar kesalahanku, sekalian, aku akan mentraktirmu susu pisang, karena
waktu itu aku tak jadi mentraktirmu..”,kataku, dia meggeleng,
“Tidak..untuk
traktir, biar aku saja, mana ada seorang yeoja mentraktir namja, sudah biar aku
saja yang bayar, yang penting kau melihat showku..ok!”,katanya memperlihatkan
ibu jari tangannya, aku tersenyum,”Ok..!”
“Kkaja!”,
Ya..aku
berpamitan pada Key Oppa, aku ingin melihat show Taemin di dance, ini adalah
show besar pertamanya, ternyata ia sangat mahir, sudah begitu…saat ia menari ia
sangat berbeda dengan Taemin yang biasanya, ia sangat energik dan dewasa,
professional dengan liuk-liuk tegas tubuhnya, tapi..tetap saja wajahnya lembut
seperti yeoja..hehehe ya meskipun ia sangat mendalami karakter tariannya seperti
menegaskan tatapan matanya, aku jadi tertarik pada dunia dance, dan juga kagum
pada namja yang satu itu, ternyata aku salah pernah berharap Taemin berubah
menjadi Key Oppa, ia jauh lebih baik dan peduli, meskipun kedekatanku dengannya
terkadang ,malah menjadi bahan gossipan empuk yang menguatkan aku tak suka
namja, tapi..aku tahu ia benar-benar namja sejati, dari sikap dan
perilakunya,ternyata aku tak pernah salah menjadikannya temanku selama ini,
ya…sejauh ini kurasa ia yang terbaik…
The
End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar