Sabtu, 21 Juli 2012

Aku Punya Mimpi, Mama

Aku punya impian, Mama..
Ini yang pertama, bukan..tapi yang kuat kurasa
Naifku sudah diambang batas..
Impianku, apakah kau sudi mampir?
Kalau Tuhan menginginkan ini 'jodohku'..maka aku senang..
Kalau ini bukan untukku?, Mama..apa ku harus kata?
Jatuh itu sakit..aku tak mau lagi,
Jatuh itu seperti..aku tak mau kembali,
Kalau buku takdirku kini aku pegang, bagaimana jadinya Mama?
Lambat laun semua ku putar balikan..
Aku mau itu nyata,
Bukan ilusi yang mampir dan buat susah hirup udara,
Mama, ketika buku itu bukan aku yang punya, tetapi Tuhan yang punyai aku..
Sudikah Tuhanku mengabulkannya?
Ini lebih kuat dari cinta..mungkin....cinta itu apa?
Tapi ini aku, masa depanku, aku tak ingin lagi jatuh..dua kali, itu cukup, satu kali..
Kalau aku diijinkan, Mama..
Untuk saat ini saja, aku menyusun hidupku..
Akan ku tulis sesuai apa yang aku mau, tapi tidak, Mama,
Tuhan tak mau,
Bukan karena itu mauku, tapi yang terbaik..
Aku,
Hanya bisa menulis nasib, selanjutnya hanya harap..
Jalanku yang ku mau, itu yang terbaik
Sudikah Tuhanku mengabulkannya?

Tidak ada komentar: