Selasa, 24 Juli 2012

Kini, aku mengerti, pasrah dan menyerah adalah tak sama, sepertinya aku harus memperbaiki bahasa Indonesiaku lagi..
Ketika kau menyerah, kau merelakan sesuatu tanpa ada usaha karena banyak ketakutan-ketakutan yang melandamu dan membayang-bayangimu tentang resiko jika kau mengambil langkah kedepan, dan itu aku rasakan dulu, tapi itu sudah berlalu, namun berbeda dengan berpikir cerdas untuk strategi, karena mengambil langkah atau mengurungkan langkah karena strategi bukan takut akan resiko melainkan mengambil resiko terkecil dan setelah itu berusaha mewujudkannya..tapi,, seperti sama saja?
Yang jelas, menyerah lebih berkonotasi negatif, mungkin dalam kata lain strategi itu ya..mengalihkan resiko yang ada ke resiiko yang lebih kecil kurasa dan tentunya ada usaha setelah menyusun startegi tersebut..
Namun kalau pasrah adalah menyerahkan segala sesuaatunya kembali pada kehendak yang Kuasa, setelah kau berusaha mewujudkannya..ada usaha di sana dengan segenap hati dan semaksimal kemampuan yang dimiliki..
Namun, tentu saja pasrah itu bukan berarti tidak melakukan apa-apa untuk menunjang keberhasilan dari usaha..tetap harus berdoa bukan?
terkadang,,aku merasa seorang naif yang terus berdoa hal yang sama dalam setiap waktu, dan aku bertanya pantaskah aku meminta sedemikian hingga kepada Allah sedangkan aku bukanlah hamba yang baik?
Tapi..kemana aku harus meminta selain pada-Mu ya Allah.semoga Engkau selalu memaafkanku atas segala kekhilafanku dan keegoisanku selalu meminta pada-Mu, sedangkan aku tiada kuasa membalasnya, hanya dengan berusaha membuat diriku lebih baik,,
Semoga doaku dikabulkan oleh-Mu ya Allah..
Aku selalu percaya Engkau selalu menunjukan padaku jalan terbaik

Tidak ada komentar: