Kamis, 28 November 2013

ibu,

ibu, apa aku boleh memilih status hidupku?
untuk saat ini aku tidak ingin hidup, hidup dalam dunia nyata yang amat keras, yang aku berpura-pura kuat padahal tidak, yang aku berpura-pura tersenyum padahal tidak, yang aku berpura-pura mau padahal tidak, yang aku berpura-pura semangat padahal tidak.
ibu, dapatkah aku lembali kedalam masa dimana aku berada di rahimmu?
yang aku belum melihat dunia, yang aku belum merasakan campakkannya, belum merasakan bagaimana ia berputar dan mengejarku, dimana aku selalu bisa bermimpi, merancang dan menerka hidupku nanti, bagaimana inginku, bukan karena ada faktor lain.
ibu apakah aku boleh memilih hidupku?
aku ingin di dunia ini hanya ada 4 manusia, aku, engkau, ayah dan adikku, yang menerimaku apa adanya, yang aku selalu tahu aku selalu dapat kembali bagaimanapun keadaanku, yang aku selalu tahu engkau selalu membuka lebar dekapan tanganmu untukku.
ibu, aku ingin kembali terlelap, hidup dalam mimpiku yang jauh, yang aku inginkan dan membuka setiap kemungkinan yang tidak mungkin, yang hidup sesuai inginku dan menghilangkan rasa aku tidak berguna.
ibu, aku tersesat, tersesat dalam pemikiran yang membuatku selalu menuntut, menuntut diriku untuk menjadi ini dan itu yang bahkan menghilangkan diriku, ibu, apa yang harus aku lakukan?
apa yang ku lakukan ini salah?
bagaimana cara untuk mengulangnya?
bagaimana cara untuk mengubahnya?
beri aku petunjuk, beri aku dekapanmu, kemana ibu?

Tidak ada komentar: