Dalam kedamaian diam pengelana
Janjinya hanya satu, fatamorgana
Tak seketika jatuh, pasrah
hanya tengadah dalam takdir
Hatinya mungkin sakit, sayang
Penawarnya hanya satu
Satu, yang secara abstraksi hilang..
Debu, dalam temaram
Dirinya mungkin bisa kuat
Membuka tabir kenangan biru
Yang mati termakan kutu buku
Penuh aksara kuno
Tapi, bukankah hati tidak bisa dinegosiasi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar