Hari ini, aku membaca status tiga orang berbeda dari salah satu jejaring sosial yang ada, kenapa spesial sekali ya sampai aku tuliskan kedalam blog ini? padahal aktif di jejaring sosial itu hobiku, bisa menuangkan pemikiran dengan media tulisan, dengan statusku yang aktif sebagai pengguna jejaring sosial, pasti membaca status orang lain juga hal biasa bukan? namun, rasanya, mengulas status tiga orang ini menjadi hal yang menarik...
aku tidak akan menuliskan statusnya disini, aku ga izin sama mereka, nanti salah-salah dikira melanggar hak cipta lagi hehehe
Orang pertama, membuat status tentang kritik sosial mengenai kehidupan khususnya di kota yang semakin kehilangan orang-orang yang peduli, jiwa sosial yang rendah, orang kedua membuat status tentang fenomena pelajar sekarang, yang hanya mementingkan tugas individu dan tidak mengindahkan tugas kelompok, orang ketiga mengkritik masalah paradigma sekuler di sekitar kita yang mengekang kebebasan berpendapat berlandaskan keyakinan yang dimiliki.
Tiga hal yang berbeda bukan? dan sangat menarik...namun aku seprti melihat hal yang sama yakni budaya di sekitar kita, bukan budaya yang seperti kekayaan tarian tradisional dan lain-lain tetapi, paradigma pergerakan masyarakat kita kini.
Inti dari ketiga status itu menurutku adalah sosial, pandangan masyarakatnya, kecenderungan individualis dan menjunjung tinggi kebebasan pribadi, ya liberal.
Mengapa jadi liberal?
karena...kepedulian sosial yang rendah, individualis dan tidak memaksimalkan adanya kerja sama, sekuler, bukankah itu ciri-ciri liberal?
ya..walaupun tidak semua orang berpaham liberal demikian..
kepedulian sosial yang rendah, bukankah siapa yang kuat dia yang menguasai?
individualis, apapun yang lo lakukan bukan urusan gue, selama ga ganggu kehidupan gue..
sekuler, jangan bawa-bawa agama deh, ini kan negara hukum!
mmm..kira-kira begitu bukan?
sebenarnya, aku juga merasakan, tidak jarang kerja kelompok cuma "eh...kita bagi-bagi tugas ya..lo yang bagian ini, ini, ini" terus bubar..
menyebarluaskan acara yang ga baik secara agama dan moral..."gimana kita nyegahnya ya? di UUnya ga ada"
ada tromol lewat..."eh bentar-bentar, duit gue tinggal berapa ya? minggu ini kan ada konsol bla-bla-bla"
kenapa sekrang nilai sosial itu sedikit demi sedikit dipandang sebelah mata ya?
katanya, kita ini makhluk sosial yang harus saling membantu
selama kita juga dibantu...
think again?
gue cuma seorang manusia, ga lebih dan ga kurang,,ga kaya dan alhamdulillah ga miskin, ga cantik tapi juga ga jelek, ga pinter tapi juga ga bodoh, meski hidup gue gitu-gitu aja ga istimewa.. Tapi gue yang akan jadiin hidup gue istimewa
Selasa, 28 Mei 2013
Kamis, 23 Mei 2013
Random Post 4
it's never be a part of me..
kalimat pembuka yang tidak sesuai -_-"
tapi...sebenarnya, cuma mau nge-post tulisan aneh yang ga sengaja nemu di suatu tempat,
maklum..i forgot to write the time..terkadang lebih baik supaya menambah daya ingat dan menganalisa, kapan tulisan itu dibuat, dibanding bergantung pada apa yang sudah ada dan tersaji ( whatever..), walaupun ujung-ujungnya gue ga inget :p (skip)
it sounds like...
untuk diriku yang stuck dengan seseorang
mata ini senantiasa berbicara
meski, aku tahu suatu hal mustahil dihadapku
mengapa aku tak bisa membaca gelombangmu?
aku hanya ingin sekedar tahu
dan, biarkan aku lepas
sayang, predikat istimewa ada dalam dirimu, dan tidak padaku
dan, sayang, kupu-kupu dengan satu sayap seolah mustahil untuk terbang
Dan aku hanyalah segelintir partikel dari kupu-kupu
sebuah pengelana rimba
terserahkan hidup pada belaian angin senja
dan pada diriku yang berhenti pada yang istimewa
dalam timangan maya, aku terbelenggu
sebuah kemustahilan niscaya harus ku telan
janji sang kuasa adalah benang misteri terhubung
bisa kau atau...
dan ketika setiap kelabu menyelimuti hanya yang istimewa pelangi hidup ini.
kenapa isinya begitu ya?
kenapa tulisanku seolah selalu merendahkan diriku sendiri?
padahal rendah hati itu tidak sama dengan rendah diri, dan ketika terdapat rasa rendah diri dalam dirimu menurut salah satu referensi, dapat menyebabkan kamu menjadi tidak percaya diri dan tidak maksimal dalam segala hal.
sepertinya sangat tepat, aku merasa, aku tidak menerjunkan diriku pada sesuatu apapun, maksudnya secara keseluruhan, aku suka sastra, tetapi aku belajar di teknik, aku anak teknik, tetapi bacaanku adalah buku sastra, novel, sosial dan politik, aku menyukai dunia musik, tetapi aku tidak bisa memainkan alat musik, aku suka menggambar tetapi aku tidak bisa melukis (menggambar sketsa lebih menyenangkan dibandingkan memadu padankan warna).
padahal hidup itu pilihan, padahal aku bisa memilih hidup, tetapi sepertinya aku dipilih oleh hidup..
dan berbicara soal isinya, aku juga tidak mengerti mengapa bisa seperti itu, yang aku tahu adalah aku menyukai hal yang spontanitas, dan sepertinya itu adalah kata-kata yang terangkai setelah aku memikirkan sesuatu
kalimat pembuka yang tidak sesuai -_-"
tapi...sebenarnya, cuma mau nge-post tulisan aneh yang ga sengaja nemu di suatu tempat,
maklum..i forgot to write the time..terkadang lebih baik supaya menambah daya ingat dan menganalisa, kapan tulisan itu dibuat, dibanding bergantung pada apa yang sudah ada dan tersaji ( whatever..), walaupun ujung-ujungnya gue ga inget :p (skip)
it sounds like...
untuk diriku yang stuck dengan seseorang
mata ini senantiasa berbicara
meski, aku tahu suatu hal mustahil dihadapku
mengapa aku tak bisa membaca gelombangmu?
aku hanya ingin sekedar tahu
dan, biarkan aku lepas
sayang, predikat istimewa ada dalam dirimu, dan tidak padaku
dan, sayang, kupu-kupu dengan satu sayap seolah mustahil untuk terbang
Dan aku hanyalah segelintir partikel dari kupu-kupu
sebuah pengelana rimba
terserahkan hidup pada belaian angin senja
dan pada diriku yang berhenti pada yang istimewa
dalam timangan maya, aku terbelenggu
sebuah kemustahilan niscaya harus ku telan
janji sang kuasa adalah benang misteri terhubung
bisa kau atau...
dan ketika setiap kelabu menyelimuti hanya yang istimewa pelangi hidup ini.
kenapa isinya begitu ya?
kenapa tulisanku seolah selalu merendahkan diriku sendiri?
padahal rendah hati itu tidak sama dengan rendah diri, dan ketika terdapat rasa rendah diri dalam dirimu menurut salah satu referensi, dapat menyebabkan kamu menjadi tidak percaya diri dan tidak maksimal dalam segala hal.
sepertinya sangat tepat, aku merasa, aku tidak menerjunkan diriku pada sesuatu apapun, maksudnya secara keseluruhan, aku suka sastra, tetapi aku belajar di teknik, aku anak teknik, tetapi bacaanku adalah buku sastra, novel, sosial dan politik, aku menyukai dunia musik, tetapi aku tidak bisa memainkan alat musik, aku suka menggambar tetapi aku tidak bisa melukis (menggambar sketsa lebih menyenangkan dibandingkan memadu padankan warna).
padahal hidup itu pilihan, padahal aku bisa memilih hidup, tetapi sepertinya aku dipilih oleh hidup..
dan berbicara soal isinya, aku juga tidak mengerti mengapa bisa seperti itu, yang aku tahu adalah aku menyukai hal yang spontanitas, dan sepertinya itu adalah kata-kata yang terangkai setelah aku memikirkan sesuatu
Selasa, 14 Mei 2013
Pemikiran Pagi-
-Di sebuah pagi, dalam belaian sunyi-
Raga dan jiwaku bersatu kembali
Kala genggaman mentari merasuki
dan aku berpikir,ah...tatkala setiap helaan
penuh amarah, ketidakpercayaan dan kebencian
Aku, dan seluruh rasa itu
Percayakah, apa itu salahku?
Dunia sekitarku penuh topeng dimensi lima
Membuat perangainya semanis kembang gula
dan ketika, tiba dalam satu sisi gelap, mereka berubah
sepahit limpa
Aku berpikir,
kemudian, apa maksud aku ada di tanah air ini?
mengapa aku diciptakan ditengah keluarga ini?
apa yang aku harapkan dari kepuasan pribadi?
Untuk apa segala bentuk NKRI?
Untuk apa segala doktrin kesatuan?
Untuk apa Bhinneka Tunggal Ika?
Aku,
bukankah aku INDONESIA?
meski aku belum sepenuhnya INDONESIA,
Tapi...aku adalah INDONESIA
Untuk apa memikirkan diri sendiri?
jika kita dapat saling membahu?
Untuk apa semua ideologi yang angkat senjata?
jika kita masih berdiri di bawah kibaran sang saka.
Untuk apa segala pemikiran itu?
jika kita adalah satu
Negeri ini, ada karena cita
satu...dalam madani
kesatuan dan persatuan
dan keniscayaan itu adalah nyata
bahwa kita tetap satu, INDONESIA...
-untuk pemikiranku yang liberalis, dan akan kukalahkan dengan pancasila-
dan kebencian itu adalah kepingan
kutaburi bubuk damai
ego itu, bukanlah jiwaku
di saat pribadi adalah segala
aku memiliki impian
setiap kita akan merendahkan hati demi kesatuan persatuan
Raga dan jiwaku bersatu kembali
Kala genggaman mentari merasuki
dan aku berpikir,ah...tatkala setiap helaan
penuh amarah, ketidakpercayaan dan kebencian
Aku, dan seluruh rasa itu
Percayakah, apa itu salahku?
Dunia sekitarku penuh topeng dimensi lima
Membuat perangainya semanis kembang gula
dan ketika, tiba dalam satu sisi gelap, mereka berubah
sepahit limpa
Aku berpikir,
kemudian, apa maksud aku ada di tanah air ini?
mengapa aku diciptakan ditengah keluarga ini?
apa yang aku harapkan dari kepuasan pribadi?
Untuk apa segala bentuk NKRI?
Untuk apa segala doktrin kesatuan?
Untuk apa Bhinneka Tunggal Ika?
Aku,
bukankah aku INDONESIA?
meski aku belum sepenuhnya INDONESIA,
Tapi...aku adalah INDONESIA
Untuk apa memikirkan diri sendiri?
jika kita dapat saling membahu?
Untuk apa semua ideologi yang angkat senjata?
jika kita masih berdiri di bawah kibaran sang saka.
Untuk apa segala pemikiran itu?
jika kita adalah satu
Negeri ini, ada karena cita
satu...dalam madani
kesatuan dan persatuan
dan keniscayaan itu adalah nyata
bahwa kita tetap satu, INDONESIA...
-untuk pemikiranku yang liberalis, dan akan kukalahkan dengan pancasila-
dan kebencian itu adalah kepingan
kutaburi bubuk damai
ego itu, bukanlah jiwaku
di saat pribadi adalah segala
aku memiliki impian
setiap kita akan merendahkan hati demi kesatuan persatuan
Random Post 3
mungkin, pada postan ini, entah aku ingin mencabut pernyataanku kembali, bahwa segala sesuatunya ternyata bisa dibicarakan lewat lisan, terkadang, memang ada yang sebuah pemikiran yang bisa kita ungkapkan, dan membuat mereka mengerti, dan ada pemikiran yang tidak dapat sepenuhnya kita ungkapkan, entah, mungkin dalam sebuah hubungan antara manusia, tidak dapat sepenuhnya mengerti dirimu, sebuah pemikiran itu ada di setiap diri manusia, dan tidak semua pemikiran dapat diterima. Aku berpikir, apakah setiap pemikiran dapat kita pastikan benar salahnya, sedangkan benar salah itu sendiri adalah sebuah hal yang abstrak?
Kali ini mungkin aku sangat random, aku berpikir kembali mengenai sebuah kata "Independensi", sepertinya akhir-akhir ini aku sangat akrab dengan kata ini, benarkah sebuah kata itu benar bermakna?, benarkah ada yang namanya independensi?
Sejujurnya, disadari atau tidak, setiap kita tidak pernah mencapai namanya independen, bukankah kita selalu bergantung satu sama lain? bukankah setiap kita tidak dapat keluar dari yang namayan sebuah "kepentingan"?, aku tidak bisa percaya, jika seseorang menyatakan dirinya murni independen, aku tidak bisa percaya, lalu, untuk apa kita hidup di dunia ini? bukankah kita terikat pada Tuhan? bukankah kita terikat pada orang tua? teman? rekan kerja? tradisi? kepentingan terntentu?
lantas kenapa kata itu selalu ada? berputar-putar? padahal, hal itu adalah pengertian yang absolut?
siapakah yang memberikan batasan pengertian independensi sebenarnya? dan apakah batasan tersebut dapat diterima semua manusia?
apakah independensi itu ada?
Kembali merandokan diri, hari ini, aku mendengar bahwa, dikriminasi itu pernah nyata, "diskriminasi" sebuah kata yang mugkin kita nilai hanya sebuah kata, namun, satu kata itu kulihat sangat menyakitkan, bagaimana seseorang dapat dibedakan hanya karena apa yang tidak pernah dia tentukan sendiri dan itu adalah takdir yang telah digariskan?
apakah kita bisa memlilih menginginkan dilahirkan di keluarga seperti apa?
apakah kita bisa memilih dapat ras yang seperti apa?
aku tidak mengerti, mengapa setiap kita tidak mungkin tidak mengerti suatu hal yang idea yang seharusnya terjadi di lingkungan sosial kita, mengapa masih ada yang melakukan hal tidak ideal seperti itu?
apakah hal itu diciptakan untuk mendinamisasi kehidupan ini?
dan kita membutuhkan orang-orang itu untuk membuat kehidupan ini lebih berwarna?
dan jika sebenarnya semua tahu, mengapa kita tidak bergerak bersama membuat sebuah kehidupan madani?
dan satu hal yang selalu membuatku kembali mempertanyakan, adalah kehidupan yang ideal itu?
dan sampai manakah batasan idela itu yang sebenarnya?
Kali ini mungkin aku sangat random, aku berpikir kembali mengenai sebuah kata "Independensi", sepertinya akhir-akhir ini aku sangat akrab dengan kata ini, benarkah sebuah kata itu benar bermakna?, benarkah ada yang namanya independensi?
Sejujurnya, disadari atau tidak, setiap kita tidak pernah mencapai namanya independen, bukankah kita selalu bergantung satu sama lain? bukankah setiap kita tidak dapat keluar dari yang namayan sebuah "kepentingan"?, aku tidak bisa percaya, jika seseorang menyatakan dirinya murni independen, aku tidak bisa percaya, lalu, untuk apa kita hidup di dunia ini? bukankah kita terikat pada Tuhan? bukankah kita terikat pada orang tua? teman? rekan kerja? tradisi? kepentingan terntentu?
lantas kenapa kata itu selalu ada? berputar-putar? padahal, hal itu adalah pengertian yang absolut?
siapakah yang memberikan batasan pengertian independensi sebenarnya? dan apakah batasan tersebut dapat diterima semua manusia?
apakah independensi itu ada?
Kembali merandokan diri, hari ini, aku mendengar bahwa, dikriminasi itu pernah nyata, "diskriminasi" sebuah kata yang mugkin kita nilai hanya sebuah kata, namun, satu kata itu kulihat sangat menyakitkan, bagaimana seseorang dapat dibedakan hanya karena apa yang tidak pernah dia tentukan sendiri dan itu adalah takdir yang telah digariskan?
apakah kita bisa memlilih menginginkan dilahirkan di keluarga seperti apa?
apakah kita bisa memilih dapat ras yang seperti apa?
aku tidak mengerti, mengapa setiap kita tidak mungkin tidak mengerti suatu hal yang idea yang seharusnya terjadi di lingkungan sosial kita, mengapa masih ada yang melakukan hal tidak ideal seperti itu?
apakah hal itu diciptakan untuk mendinamisasi kehidupan ini?
dan kita membutuhkan orang-orang itu untuk membuat kehidupan ini lebih berwarna?
dan jika sebenarnya semua tahu, mengapa kita tidak bergerak bersama membuat sebuah kehidupan madani?
dan satu hal yang selalu membuatku kembali mempertanyakan, adalah kehidupan yang ideal itu?
dan sampai manakah batasan idela itu yang sebenarnya?
Kamis, 09 Mei 2013
Aku Percaya
terlalu lama, apa aku melupakanmu?
aku percaya, jika ini adalah suara maka kau bukan sekadar telinga, tetapi syaraf dan segala kemampuannya yang akan menyimpan segala suara ini menjadi lembaran memori nada dari sebuah lagu kehidupan
jika ini adalah getaran, maka resonansi dari sekedar gelombang longitudinal transversal yang kan kau tangkap dan tercatat dalam seismograf abadi.
jika ini adalah lukisan, aku percaya galeri agung terjaga tempat menyimpan lukisan tanpa kaca yang akan kau berikan, agar dapat dilihat, dirasa dengan nyata tanpa sebuah penghalangan namun tetap teristimewa.
Klausa seorang yang mematung diri dalam lingkar kepercayaan hakiki, aku bukan dirimu, tetapi benang-benang kehidupan ini terhubung satu, melewati segala batas logika manusia, dan tersembunyi dalam kerahasiaan terbesar di dalam bumi ini.
Jika, berjuta kubik magma dapat menerobos keluar dari tempat ia bertahan selama milyaran tahun
dan lapisan dasar tanah yang dapat muncul tiba-tiba setelah sekian lama tertidur
maka, letupan sebauh rahasia yang terkubur bukan mustahil akan mengeruak dan menampakkan segala keniscayaannya.
Dan, ketika sebuah rahasia kehidupan akan terbongkar, maka aku berharap dalam setiap pembukaannya adalah tabir misteri yang perlahan menampakkan cahayanya
aku percaya, jika ini adalah suara maka kau bukan sekadar telinga, tetapi syaraf dan segala kemampuannya yang akan menyimpan segala suara ini menjadi lembaran memori nada dari sebuah lagu kehidupan
jika ini adalah getaran, maka resonansi dari sekedar gelombang longitudinal transversal yang kan kau tangkap dan tercatat dalam seismograf abadi.
jika ini adalah lukisan, aku percaya galeri agung terjaga tempat menyimpan lukisan tanpa kaca yang akan kau berikan, agar dapat dilihat, dirasa dengan nyata tanpa sebuah penghalangan namun tetap teristimewa.
Klausa seorang yang mematung diri dalam lingkar kepercayaan hakiki, aku bukan dirimu, tetapi benang-benang kehidupan ini terhubung satu, melewati segala batas logika manusia, dan tersembunyi dalam kerahasiaan terbesar di dalam bumi ini.
Jika, berjuta kubik magma dapat menerobos keluar dari tempat ia bertahan selama milyaran tahun
dan lapisan dasar tanah yang dapat muncul tiba-tiba setelah sekian lama tertidur
maka, letupan sebauh rahasia yang terkubur bukan mustahil akan mengeruak dan menampakkan segala keniscayaannya.
Dan, ketika sebuah rahasia kehidupan akan terbongkar, maka aku berharap dalam setiap pembukaannya adalah tabir misteri yang perlahan menampakkan cahayanya
Langganan:
Komentar (Atom)