Selasa, 28 Mei 2013

Random Post 5

Hari ini, aku membaca status tiga orang berbeda dari salah satu jejaring sosial yang ada, kenapa spesial sekali ya sampai aku tuliskan kedalam blog ini? padahal aktif di jejaring sosial itu hobiku, bisa menuangkan pemikiran dengan media tulisan, dengan statusku yang aktif sebagai pengguna jejaring sosial, pasti membaca status orang lain juga hal biasa bukan? namun, rasanya, mengulas status tiga orang ini menjadi hal yang menarik...
aku tidak akan menuliskan statusnya disini, aku ga izin  sama mereka, nanti salah-salah dikira melanggar hak cipta lagi hehehe
Orang pertama, membuat status tentang kritik sosial mengenai kehidupan khususnya di kota yang semakin kehilangan orang-orang yang peduli, jiwa sosial yang rendah, orang kedua membuat status tentang fenomena pelajar sekarang, yang hanya mementingkan  tugas individu dan tidak mengindahkan tugas kelompok, orang ketiga mengkritik masalah paradigma sekuler di sekitar kita yang mengekang kebebasan berpendapat berlandaskan keyakinan yang dimiliki.
Tiga hal yang berbeda bukan? dan sangat menarik...namun aku seprti melihat hal yang sama yakni budaya di sekitar kita, bukan budaya yang seperti kekayaan tarian tradisional dan lain-lain tetapi, paradigma pergerakan masyarakat kita kini.
Inti dari ketiga status itu menurutku adalah sosial, pandangan masyarakatnya, kecenderungan individualis dan menjunjung tinggi kebebasan pribadi, ya liberal.
Mengapa jadi liberal?
karena...kepedulian sosial yang rendah, individualis dan tidak memaksimalkan adanya kerja sama, sekuler, bukankah itu ciri-ciri liberal?
ya..walaupun tidak semua orang berpaham liberal demikian..

kepedulian sosial yang rendah, bukankah siapa yang kuat dia yang menguasai?
individualis, apapun yang lo lakukan bukan urusan gue, selama ga ganggu kehidupan gue..
sekuler, jangan bawa-bawa agama deh, ini kan negara hukum!

mmm..kira-kira begitu bukan?
sebenarnya, aku juga merasakan, tidak jarang kerja kelompok cuma "eh...kita bagi-bagi tugas ya..lo yang bagian ini, ini, ini" terus bubar..
menyebarluaskan acara yang ga baik secara agama dan moral..."gimana kita nyegahnya ya? di UUnya ga ada"
ada tromol lewat..."eh bentar-bentar, duit gue tinggal berapa ya? minggu ini kan ada konsol bla-bla-bla"

kenapa sekrang nilai sosial itu sedikit demi sedikit dipandang sebelah mata ya?

katanya, kita ini makhluk sosial yang harus saling membantu
selama kita juga dibantu...
think again?

Tidak ada komentar: