Minggu, 26 Oktober 2014

Bekasi oh Bekasi

ingat waktu Bekasi dibully-bully berada diluar planet?

rumahku di bekasi, ya kabupaten, tapi jika aku menggunakan commuter line pasti akan melalui kota bekasi, tepatnya karena aku harus berhenti di stasiun Bekasi.

ketika sedang hangat-hangatnya pembicaraan Bekasi berada di luar planet karena pelayanan transportasinya yang tidak baik (kata halusnya buruk :p), aku pulang ke rumah menggunakan moda commuter line, sebenarnya akan lebih cepat jika menggunakan bus, namun karena ingin menghemat dan menikmati waktu senggang, jadi aku menggunakan kereta.

ketika aku sampai di Stasiun Bekasi, sesuai dengan perhitunganku, pukul 16.00 wib, seperti biasa yang pertama aku cari ketika turun dari kereta adalah mushola, kenapa? karena waktu ashar sudah masuk dan jika aku meneruskan perjalanan tanpa shalat ashar terlebih dahulu, ada kemungkinan akan terlambat karena aku mengakui waktu tempuh bekasi ini memang tidak wajar, banyak persimpangan yang kacau lalu lintasnya, pasar yang tumpah hingga ke bahu jalan ditunjang dengan infrastruktur jalannya yang bisa membuat kolam.

tapi, sabtu itu, ketika aku menuju mushola, airnya tidak ada, di toiletpun ditutup pintu masuknya karena tidak ada air, ternyata stasiun Bekasi mati listrik -.-", untung saja kereta dan e-cardnya tidak, tetapi ini adalah pukulan berat karena aku harus sampai sebelum pukul 17.00 di rumah dan melaksanakan shalat ashar dengan sisa waktu yang sangat sedikit, dan probabilitas aku bisa sampai cepat seperti 2 : 10 -.-".

akhirnya aku memutuskan untuk segera berangkat dengan moda selanjutnya, yakni mobil elf panggilannya, melayani rute bekasi-cikarang, aku akan naik sampai cibitung (kalau kalian bertanya, jangan cari di peta, tidak akan pernah ada :p, mungkin google maps bisa), dengan probablitas yang kecil tersebut aku nekad naik dan berharap hari ini Allah memudahkan jalan.

tidak lama setelah elf berangkat dan memulai perjalanannya, terdengar bunyi pecahan kaca dari depan angkutan, seperti menabrak sesuatu, ku kira supirnya menabrak seseorang, ternyata kaca spion angkutan tersebut dipecahkan, catet : DIPECAHKAN!, oleh pengendara motor dengan tangannya dan sengaja, serpihan kaca tersebut terlempar hingga ke kursi penumpang, untung tidak ada yang terluka, tapi tetap saja, kacanya besar sekal untuk ukuran serpihan, kalau kejadian itu seperti final destination untuk salah seorang penumpang bagaimana?!?! hiii merinding.

aku hanya shock, terkejut tanpa bisa melakukan apapun, ya Allah, kenapa ada orang seiseng itu ya?
kaca sudah berlalu selanjutnya rokok. di bekasi tidak pernah ada larangan penumpang angkutan umum tidak boleh merokok, ini sangat mengganggu, di elf itu ada banyak perempuan muda, ibu-ibu, bapak-bapak sampai anak kecil, seorang penumpang dengan enaknya merokok dan mencoba baik dengan merokok di dekat pintu elf tapi bodohnya angin sedang bertiup menghantarkan udara keseluruh penumpang, jadilah setiap hisapan rokoknya menerpa wajah penumpang termasuk aku.
dengan tanpa merasa bersalah padahal semua orang disana telah menutup hidungnya, itu kode bukan? kalau seseorang tidak nyaman dengan bau asap rokok tersebut?
yang benar saja, aku sangat tidak suka tidak ada peraturan dilarang merokok di angkutan bekasi ini.

lalu yang aku pikirkan adalah, aku pernah melihat pengumuman dilarang merokok di depok tapi kenapa bekasi tidak? mati listrik fasilitas umum sepenting stasiun? memecahkan kaca dengan sengaja? apakah bekasi benar-benar di luar planet? -.-"

Bekasi ku Bekasi ku..ckckck, pantas dibully, ngebuka aib sendiri kok malah seneng, seharusnya dilakukan perbaikan extra nih -.-"

Kamis, 16 Oktober 2014

Cermin Jejak

Aku terus melihat, diriku dipantulan cermin
merefleksikan aku mencari jejak bayang seorang yang ku tahu
jejak yang kini tertutup debu
mungkin debu yang dengan sendiriku cipta
debu yang ingin ku hirup untuk membuka jejaknya
namun akan membuatku tersedak, tertatih tatih mencari penyegaran
yang ingin aku tiup dan ku singkirkan
tapi aku tak tahu apakah jejak itu masih ada ditempat semula

aku merefleksikan diriku di cermin
mencari bayang seorang yang aku tahu, yang aku ingin mengenalnya
tapi bayang itu tak ada, meski aku cari melalui pantulan lain
dan aku cari dengan berbagai cermin lain
tapi ia tidak di sana
seorang yang ku tahu dan aku kehilangan
seorang yang ku cari tetapi ia tak dapat kutemukan

bayanganku membuka padaku, setiap lembar jejak, rekaman sebuah kenangan
yang aku masih bisa menemukan jejak dan bayangnya
yang aku masih dapat menjangkaunya dengan panca inderaku
yang dapat ku rasakan kehadirannya meski ia tak pernah tahu
dan kini hanya meninggalkan air tetes segar dari mata yang mencari
melihat hal semu yang selalu terekam dalam pantulan cermin
jejak jejak seorang yang ku tahu dan menghilang
jejak seorang yang tertutup debu
jejak seorang yang ku tahu

Minggu, 05 Oktober 2014

Ucapan Tersembunyi (III)

sebenarnya tulisan ini sudah pernah ku publish di salah satu akun jejaring sosial pribadiku (kalau waktu itu ada yang iseng-iseng buka, pasti familiar), tapi aku tidak pernah membuka untuk siapa sebenarnya potongan puisi tersebut.

ku tulis kembali, karena...
Hari ini aku bertemu kembali, aku bertemu kala sholat ied adha tadi pagi, ia disampingku, menggendong seorang anak kecil dengan botol susu ditangannya, ia bercanda gurau, saling gendong-menggendong anak kecil tersebut dengan adiknya yang ada disekelilingnya saat itu.
Senyumnya selalu terkembang, tawanya terdengar, seolah ia adalah seorang wanita dengan anak pada umumnya, tapi bukan sekedar itu.

dia kakak kelasku di SD dan SMP, satu tahun di atasku, pernikahannya diumumkan ditengah kesibukannya sebagai pekerja dan pelajar dengan seorang laki-laki yang dicintainya (tentu saja), meskipun tidak selalu, aku mengetahui perkembangan perjalanan mereka, saat menikah dan mendapatkan seorang buah hati, perempuan.Belum terlalu lama sejak itu,sampai suatu saat berita duka sampai di telingaku, dan dengan statusnya di salah satu akun jejaring sosial, maka kejadian itu benar adanya.

Ketika aku melihat kakak kelasku itu, entah apa yang merasukiku, kagum, sedih bercampur. Seorang wanita muda yang kini harus hidup tanpa orang yang telah menjadi bagian hidupnya, berjuang membesarkan seorang perempuan cilik yang telah kehilangan ayahandanya.Aku, benar-benar tidak bisa berpikir,
Karena seketika kesedihan itu menyergapku, membayangkan sakit dan sedihnya ia kala itu, dan mungkin masih sampai kini, meskipun keluarga selalu menemani.
dan ia adalah wanita kuat yang masih bisa berdiri tegak hingga kini.

Dan saat aku mendengar kebenaran kabar tersebut, puisi ini terbentuk. Sebuah peristiwa yang sangat membuat jiwa tergerak untuk memberikan sebuah hal yang terbaik untuk bisa menghibur atau paling tidak mengalihkan sejenak meski hanya 1-5 detik dari kesedihan yang ia alami.


Benang Seorang Pemimpi

Takdirku terikat pada kesucian alam
terikat pada irama angin, air yang menyambutkan ombaknya pada tanah dan menyampaikan riaknya pada udara

Melodi seorang pemimpi
Sudah takdirnya ia terikat pada janji suci,
mengikrarkan kesetiaan pada melodi abadi
menari, membuka serpihan kisah yang membaur dalam satu ritme cinta
menali, bertaut hanya dalam alunan syahdu alam

Dan, setiap nada akan menaiki tangganya,
meninggi seiring keinginan cinta,
merendah seiring kehendak cinta,
bersatu karena kesucian cinta,
terpisah karena kemuliaan cinta

Melodi seorang pemimpi,
sudah takdirya ia berserah pada alam
tersadar karena kemurnian cinta,
terlelap karena merindukan cinta

Dan, benang seorang pemimpi
terajut alam sampai ia terkuci
terbuka hanya menunggu satu kisah,
tertutup hanya untuk satu akhir kisah.



itu puisiku untuknya, semua peristiwa akan menguatkan dirimu, menguatkan cintamu dan terbaik bagi dirimu.
Allah selalu melindungi dan memberikan kekuatan :")