Aku terus melihat, diriku dipantulan cermin
merefleksikan aku mencari jejak bayang seorang yang ku tahu
jejak yang kini tertutup debu
mungkin debu yang dengan sendiriku cipta
debu yang ingin ku hirup untuk membuka jejaknya
namun akan membuatku tersedak, tertatih tatih mencari penyegaran
yang ingin aku tiup dan ku singkirkan
tapi aku tak tahu apakah jejak itu masih ada ditempat semula
aku merefleksikan diriku di cermin
mencari bayang seorang yang aku tahu, yang aku ingin mengenalnya
tapi bayang itu tak ada, meski aku cari melalui pantulan lain
dan aku cari dengan berbagai cermin lain
tapi ia tidak di sana
seorang yang ku tahu dan aku kehilangan
seorang yang ku cari tetapi ia tak dapat kutemukan
bayanganku membuka padaku, setiap lembar jejak, rekaman sebuah kenangan
yang aku masih bisa menemukan jejak dan bayangnya
yang aku masih dapat menjangkaunya dengan panca inderaku
yang dapat ku rasakan kehadirannya meski ia tak pernah tahu
dan kini hanya meninggalkan air tetes segar dari mata yang mencari
melihat hal semu yang selalu terekam dalam pantulan cermin
jejak jejak seorang yang ku tahu dan menghilang
jejak seorang yang tertutup debu
jejak seorang yang ku tahu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar