Senin, 02 Januari 2012

Betapa Indahnya Penciptaku


Kalian tahu?
Ketika aku bercermin, aku selalu mengeluh..
Betapa tidak menariknya diriku ini, kulitku yang hitam, badan yang gemuk, bibir yang kering, mata yang mengantuk karena terlalu banyak begadang malam akibat tugas, hidung yang mancung tetapi besar, dan rambut yang hitam segan pirang tak mau, apa yang dapat aku harapkan? Nothing!
Setiap kali aku melihat sekelilingku yang dipenuhi gadis-gadis cantik yang berkulit putih, berhidung mancung, berbulu mata lebat, bibir yang berwarna pink sehat, berbadan ramping dan modis, jika dibandingkan dengan aku maka…baiklah sudah cukup aku tidak ingin membahasnya.
Kadang kala aku berpikir tentang banyaknya perempuan (terutama) melakukan operasi plastik untuk mempercantik wajah atau tubuh, bahkan tidak hanya wanita, pria pun melakukannya, keyakinan warga sekitar yang mengaggap kemolekan mempermudah jodoh dan karir tentu tidak dipandang sebelah mata, sehingga mereka rela mengubah diri menjadi “orang lain” seolah-olah boneka yang dapat berubah sesuai keinginan, tapi apakah salah?
Bila dipikirkan secara logika, logis saja mereka yang merasa kurang dalam hal lahiriah ingin memperbaiki penampilannya, jika anggapan masyarakat yang demikian (seperti yang disebutkan diatas), siapapun ingin mencari jodoh yang cantik dan tampan, lantas bagaimana dengan mereka yang terlahir dengan keadaan fisik yang kurang menunjang atau termasuk dalam kategori biasa saja? Apakah mereka tidak berhak mendapatkan orang yang mereka sukai? Apakah mereka tidak berhak merasakan apa yang orang dengan keberuntungan fisik rasakan? Adilkah? Toh mereka dilahirkan dengan fisik demikian bukan keinginan mereka, tentu mereka sangat ingin mendapatkan fisik yang menarik dan wajah yang good looking, dengan pemikiran itu, salahkah mereka?
Atau dengan kemudahan meniti karir dan mencari uang, apakah hanya mereka yang diberikan keberuntungan lahiriah yang boleh bergelimang harta? Apakah seorang yang dilahirkan dengan lahiriah pas-pasan tidak boleh mencari uang dan mensejahterakan dirinya? Haruskah ada perbedaan hanya karena hal yang ia pun tak meminta hal tersebut?
Jika ditelaah, pantaslah mereka berusaha bagaimanapun memperbaiki fisik demi dua hal yang sangat vital dalam kehidupan tersebut, karena mungkin bagi mereka hanya ada dua pilihan, memperbaiki penampilan atau menjadi manusia yang selalu dikalahkan?
Jadi masihkah ada yang mempersalahkan orang yang melakukan operasi plastik?
Namun, jika kita berpikir ulang bukankah Sang Pencipta begitu adil?
Bukankah Sang Pencipta selalu memberikan yang terbaik?
Termasuk hal lahiriah seperti kemolekan?
Setiap mili dari tubuh kita memiliki fungsi, tak ada yang terlewat, mungkin mataku tidak menarik, tapi apakah dengan mempercantik mata akan mempercantik wajah juga? Apakah nantinya jika aku melakukan operasi pada mataku, mataku dapat berfungsi dnegan baik seperti ini?
Mungkin kulitku hitam, namun jika  aku mengurangi pigmen kulitku agar menjadi putih, aku akan sehat seperti ini?
Mungkin badanku gemuk, tapi jika aku melakukan operasi untuk kemolekan tubuh hasilnya akan lebih baik?
Mungkin hidungku besar, tapi apakah dengan mengecilkan hidungku, aku akan bertambah cantik?  Apakah aku dapat bernapas dengan baik seperti hari ini?
Bukankah Allah menciptakan segala sesuatu dengan keseimbangan?
Bukankah itu berarti Allah menciptakan manusia dengan segala keseimbangan pula?
Apakah kalian tahu definisi cantik sesungguhnya?
Cantik atau tampan itu relatif bukan?
Siapa yang bias menjamin, jika kita merubah ciptaan-Nya kita akan bertambah cantik?
Siapa yang menjamin, jika kita melakukan “perubahan” kita bisa memperbanyak rezeki?
Siapa yang menjamin, jika kita melakukan operasi kita bisa cepat mendapat jodoh?
Bukankah jodoh dan rezeki juga Allah yang mengatur?
Meskipun manusia harus berikhtiar, apakah dengan merubah diri kita Allah menyukai cara kita berikhtiar?

Aku kembali memagut diriku di cermin..
Betapa indahnya Penciptaku..

Tidak ada komentar: